Iran Ancam Blokir Selat Hormuz Buntut Pernyataan Trump soal Aset Dibekukan

detik.com
13 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Iran berencana memblokir kapal-kapal milik negara atau perusahaan lain yang melintasi Selat Hormuz. Rencana ini muncul setelah ada pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Sebelumnya, Trump mengatakan kerusakan yang dialami kapal atau kargo "akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh AS". Iran mengecam rencana Trump itu.

"Kami menyatakan kepada semua perusahaan dan negara yang menyambut proposal Trump dan menggunakan aset Iran yang dibekukan... (bahwa) angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka untuk melintasi Selat Hormuz," ujar seorang juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer tertinggi Iran, dilansir CNN, Selasa (28/7/2026).

Baca juga: Trump Ancam Serang Iran Lagi Jika Negosiasi Gagal

Hingga saat ini belum diketahui pasti jumlah aset Iran yang dibekukan yang tersebar di berbagai jaringan keuangan.

Sebelumnya, Trump menyatakan AS akan mulai menggunakan aset Iran yang dibekukan untuk menanggung kerugian akibat serangan terhadap kapal dan kargo di negara kawasan Teluk. Trump menegaskan kebijakan itu akan berlaku hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

"Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat," kata Trump di media sosial Truth dilansir AFP, Jumat (24/7).

Baca juga: Netanyahu Tiba di Gedung Putih, Bakal Bahas Perang Iran dengan Trump

Ketegangan antara Iran dan AS semakin meningkat, terutama menyusul perselisihan yang terus berlanjut mengenai pengaturan navigasi dan keamanan di Selat Hormuz, jalur perairan yang vital untuk pasokan minyak dan gas global tersebut.

Teheran telah menegaskan bahwa pelayaran komersial yang melintasi Selat Hormuz akan tetap aman jika kapal-kapal berkoordinasi dengan pihaknya di bawah pengaturan maritim terbarunya.

Otoritas Iran juga menyatakan akan terus menjalankan kendali atas jalur perairan strategis tersebut, yang menjadi bagian dari upaya yang mereka sebut sebagai langkah menjaga keamanan jangka panjang.




(zap/fca)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi Periksa 11 Saksi Kasus Jasad Satpam Jatiluhur Ditenggelamkan
• 20 jam laluliputan6.com
thumb
Ekspor Mineral yang Mengandung Logam Tanah Jarang Terhambat Regulasi
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dinilai Berhasil, Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Penangkapan Begal di Jawa Barat | JMP
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
Aksi Heroik Petugas PJL Kereta Api di Pasuruan Gagalkan Percobaan Bunuh Diri
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 23 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.