Bertongkat Datangi Job Fair, Perjuangan Evi Mencari Kerja demi Biayai Sekolah Anak

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah ribuan pencari kerja yang memadati GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026), langkah Apni Nelya (37), yang akrab disapa Evi, tampak berbeda.

Bertopang pada sebuah tongkat, Evi berjalan perlahan menyusuri deretan stan perusahaan yang membuka lowongan dalam ajang Timur Career Fest dan Bazaar.

Di tangannya tergenggam sebuah map berisi dokumen lamaran kerja. Sementara di sampingnya, sang putra yang baru berusia enam tahun setia menemani setiap langkah ibunya.

Baca juga: Jakarta Ubah Strategi Tekan Pengangguran, Job Fair Kini Digelar hingga Tingkat Kecamatan

Tongkat menjadi penyangga tubuhnya saat berpindah dari satu stan ke stan lainnya. Meski geraknya terbatas akibat penyakit autoimun yang dideritanya, Evi tak kehilangan semangat untuk bersaing dengan ribuan pencari kerja lain yang datang membawa harapan serupa.

Pernah Bekerja di Perusahaan Garmen

Sebelum kondisi kesehatannya memburuk, Evi sempat bekerja sebagai helper di sebuah perusahaan garmen.

Namun, hidupnya berubah sejak sang ibu meninggal dunia pada 2021.

Menurut Evi, sosok ibunya selama ini berperan besar menjaga pola makan, waktu istirahat, hingga kesehatannya secara keseluruhan.

Sejak kepergian sang ibu, kondisi fisiknya terus menurun.

Baca juga: 4 Bulan Menumpang Tidur di Masjid, Evi Berjuang Cari Kerja di Job Fair

"Sempat bekerja, normal pada umumnya. Semenjak ibu saya meninggal, nge-drop semuanya. Karena almarhum ibu saya tuh benar-benar menjaga dari segi makanan, dari segi istirahat, segala macamnya dijaga," ujarnya.

Pekerjaan di industri garmen yang menuntut aktivitas fisik cukup berat membuat penyakit autoimunnya semakin sulit dikendalikan.

Tubuhnya tak lagi mampu mengikuti ritme kerja karena terlalu sering keluar-masuk instalasi gawat darurat (IGD).

Putuskan Undurkan Diri.

"Ya, karena sakit aja, bukan perusahaan sih, saya mengundurkan diri karena keluar masuk IGD terus kan, karena capek juga. Namanya autoimun kan enggak boleh terlalu capek. Mungkin namanya garmen terlalu capek," kata Evi di GOR Ciracas, Selasa.

Sejak 2021, Evi tidak lagi bekerja.

Baca juga: Job Fair Depok Digelar 4-5 Agustus 2026 di Detos, Tersedia Lebih dari 1.000 Loker

Hari-harinya lebih banyak dihabiskan untuk menjalani pengobatan karena penyakit autoimun yang dideritanya terus memburuk.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Bertahan dari Bantuan Dermawan

Dua tahun terakhir, setelah berpisah dengan suaminya, Evi semakin giat mencari pekerjaan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Korupsi Jual Beli Gas, Komut PT Inti Alasindo Energi Dituntut 7,5 Tahun Penjara
• 12 jam laluokezone.com
thumb
GMNI Kecam Rapat Tertutup Pembahasan Anggaran oleh DPRD Jember
• 1 jam laluberitajatim.com
thumb
Jangan sampai terjadi! 8 kesalahan saat liburan yang sering bikin wisatawan rugi
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Kebiasaan Orang yang Tidak Dapat Dipercaya
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jungkook BTS Ungkap Fakta di Balik Kacamata Felix Stray Kids yang Viral, Akui Sempat Terkejut
• 13 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.