China desak pengerahan segala upaya untuk redakan situasi di Ukraina

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
PBB (ANTARA) - Konflik di Ukraina semakin intens, dan penderitaan warga sipil semakin parah, kata seorang utusan China seraya menyerukan kepada semua pihak terkait agar mengerahkan segala upaya untuk meredakan situasi demi menjaga prospek tercapainya perdamaian secepatnya.

Sejumlah perkembangan terkait isu Ukraina sangat mengkhawatirkan, dengan serangkaian serangan baru-baru ini menimbulkan banyak korban dari kedua belah pihak serta kerusakan infrastruktur yang ekstensif. Demikian dipaparkan Sun Lei, kuasa usaha (charge d'affaires) Misi Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dalam sebuah sidang darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Ukraina, Senin (27/7).

Prioritas utama saat ini adalah mencapai gencatan senjata dan mengakhiri pertempuran, kata perwakilan China tersebut, seraya menambahkan bahwa eskalasi pertempuran hanya akan membawa penderitaan yang lebih besar bagi warga sipil.

Gencatan senjata secepatnya dan penghentian pertempuran dapat memenuhi kepentingan dasar dan jangka panjang para pihak terkait serta memenuhi ekspektasi bersama masyarakat internasional.

"China mendesak agar semua serangan terhadap warga sipil segera dihentikan, menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk tetap tenang dan menahan diri, mematuhi hukum humaniter internasional secara ketat, melindungi warga sipil dan infrastruktur sipil, serta mengerahkan segala upaya untuk meredakan situasi guna menjaga prospek tercapainya perdamaian secepatnya," kata Sun.

Dia menekankan bahwa solusi mendasar terletak pada komitmen terhadap dialog dan negosiasi, seraya menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk terus menjalin komunikasi, menunjukkan kemauan politik, membangun rasa saling percaya melalui dialog, membentuk konsensus melalui negosiasi, serta berupaya mencapai perjanjian perdamaian yang komprehensif, langgeng, dan mengikat. "Selama perundingan dapat dimulai dan terus berlanjut, masih ada harapan untuk perdamaian."

Mengingat Rusia, Ukraina, dan negara-negara Eropa adalah tetangga yang tidak dapat saling menjauh, mencapai koeksistensi yang harmonis dan mengupayakan keamanan bersama merupakan satu-satunya pilihan yang realistis, tegasnya.

Menyebutkan bahwa posisi China terhadap isu Ukraina tetap konsisten, Sun mengatakan China secara tegas mendukung gencatan senjata dan penghentian pertempuran.

Dia menambahkan bahwa China terus menjalin komunikasi yang erat dengan Rusia, Ukraina, dan pihak-pihak terkait lainnya, telah secara aktif melakukan diplomasi ulang-alik (shuttle diplomacy), serta telah melakukan berbagai upaya ekstensif dengan caranya sendiri untuk mendorong perundingan damai.

"China siap bekerja sama dengan komunitas internasional dan terus memainkan peran konstruktif dalam mendorong penyelesaian politik untuk krisis ini," ujar Sun.




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Amnesty International Soroti Fenomena Main Hakim Sendiri di Sejumlah Daerah
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Pemerintah Kebut Proyek Pipa Gas Dusem, Progres Segmen 2 Capai 32,3% per Juli
• 51 menit lalukumparan.com
thumb
Tim Sembilan Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus TPPU Tersangka FA, Penyidikan Terus Didalami
• 19 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pemerintah Tegaskan Impor Minyak Rusia Berlanjut Lewat Skema G2G untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
• 12 jam lalupantau.com
thumb
Alasan Meja Kerja yang Rapi Bisa Bikin Lebih Produktif
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.