GIIAS Siap Sambut Pencinta Otomotif

kompas.id
9 jam lalu
Cover Berita

Pekerja yang sudah lebih dari seminggu membangun ruang pamer terus menyelesaikan tugasnya yang telah memasuki tahap akhir. Mereka merampungkan berbagai detail, mulai dari pemasangan dekorasi, membersihkan lantai, memasang karpet, penataan lampu pencahayaan, hingga penataan area kendaraan.

Sebagian agen tunggal pemegang merek (ATPM) pun mulai memasukkan kendaraan yang akan dipamerkan ke dalam stan.

GIIAS 2026 akan berlangsung selama 10 hari mulai 30 Juli 2026, diawali dengan acara press day untuk para jurnalis pada 29 Juli. Pada penyelenggaraan ke-33 ini, pameran diikuti 65 merek mobil pribadi, niaga, dan sepeda motor.

Pekerja menyiapkan kendaraan yang akan dipajang dalam pameran GIIAS 2026.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

ATPM mulai memasukkan kendaraan yang akan dipajang di ruang pamer.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Kesibukan pekerja saat menyelesaikan stan pameran GIIAS 2026.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO

Sebanyak 65 merek itu terdiri dari 43 merek mobil penumpang, yaitu Aletra, Audi, BAIC, BAW, BMW, BYD, Changan, Chery, Citroen, Daihatsu, DFSK, Ford, GAC Indonesia, Geely, GWM, Honda, Hyundai, iCar, Jaecoo, Jeep, Jetour, KIA, Leapmotor, Lepas, Lexus, Maxus, Mazda, Mercedes-Benz, MG, Mini, Mitsubishi, Nissan, Polytron, Subaru, Suzuki, Solarky, Toyota, VinFast, Volkswagen, Volvo, Wuling, Xpeng, dan Zeekr.

Sementara mobil niaganya adalah DFSK, Farizon, Hino, Mitsubishi Fuso, SAG, dan UD Trucks. Merek motor yang turut serta adalah Alva, Honda, BMW Motorrad, Can-Am, Exotic, Harley-Davidson, Kupprum, NUV, Pacific e-bike, Polytron, Royal Enfield, Scomadi, dan Triumph. Dari seluruh jenama itu, 10 di antaranya pemain baru di Indonesia.

Ketua Harian Gaikindo Anton Kumonty mengatakan, jumlah peserta pameran tahun ini adalah catatan rekor baru. ”Tahun ini menjadi penyelenggaraan dengan merek terbanyak dengan hadirnya 10 merek baru yang pertama kali ikut mulai dari kendaraan penumpang, komersial, sepeda motor, hingga pabrik karoseri,” ujar Anton di konferensi pers pada Senin (13/7/2026) di Jakarta.

Pernyataan itu dipertajam dengan pendapat dari Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika. Dia mengatakan, keikutsertaan beragam merek, terutama jenama baru, menunjukkan bahwa pasar otomotif Indonesia masih dianggap potensial. Penjualan mobil dalam negeri mencapai sekitar 850.000 unit setahun silam.

”Tahun ini diperkirakan ada perbaikan. Indikasinya adalah penjualan mobil selama satu semester awal 2026 lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Putu Juli. Semester I-2026, jumlah mobil yang terjual di tingkat wholesales adalah 436.564 unit, atau naik 15,8 persen.

Namun, keoptimisan itu terasa seperti anomali di tengah kondisi ekonomi Tanah Air yang sedang tak baik-baik saja. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih lemah. Daya beli masyarakat belum pulih. Ditambah lagi, sumber daya energi, entah itu solar atau bensin, ataupun listrik masih fluktuatif. Keadaan sukar itu bisa jadi memengaruhi keputusan orang untuk membeli mobil (Kompas.id, 19/7/2026).

 

Baca JugaSurga Tersembunyi Itu Bernama Lemelu

 

Baca JugaBudidaya Jangkrik, Usaha Unik dari Kampung Pasiron

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Piala Presiden 2026: Magnet Persib, Popularitas Mariano Peralta di Sosial Media Melonjak Drastis!
• 8 jam lalubola.com
thumb
Siasat Kampung Kuta raih pendapatan sambil jaga warisan nenek moyang
• 5 jam laluantaranews.com
thumb
Kemenag Minta Program Makan Bergizi Gratis untuk Santri Dipercepat
• 36 menit lalusuarasurabaya.net
thumb
Duduk Perkara Bayi di Jambi Diduga Dijual Ayah-Dibawa Kabur dari Rumah Aman PPA
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Dikritik Pigai Soal Sayembara Tangkap Begal, KDM Tegaskan Lindungi Korban dan Pelaku
• 6 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.