JAKARTA, KOMPAS.TV- Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih tidak dilakukan dengan membangun gedung baru apabila di lokasi tersebut telah berdiri Kampung Nelayan.
Menurutnya, fasilitas yang sudah ada cukup dilengkapi dan diintegrasikan agar penggunaan anggaran lebih efisien. Keberadaan dua bangunan dengan fungsi yang hampir sama dalam satu kawasan justru berpotensi menimbulkan pemborosan.
"Kalau kampung nelayannya sudah ada, tidak ada bangunan koperasi kampung nelayan lagi. Nanti lucu juga kelihatannya, satu kampung satu koperasi, kan lucu juga. Apalagi kalau dua-duanya enggak jalan," kata Zulhas dalam konferensi pers usai rapat koordinasi implementasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Baca Juga: BGN Suspensi Permanen 833 Dapur MBG, Pelanggaran Sanitasi hingga IPAL Ditemukan | JMP
Ia menjelaskan, konsep Kampung Nelayan Merah Putih pada dasarnya telah menyediakan berbagai fasilitas yang dibutuhkan nelayan, mulai dari toko logistik hingga kantor pengelola.
Sehingga, apabila fasilitas tersebut telah tersedia, pemerintah hanya perlu menambah sarana yang masih kurang tanpa membangun gedung baru.
Dalam rapat tersebut, terungkap masih terdapat sekitar 50 lokasi yang masuk rencana pembangunan baru, sementara total lokasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang memiliki bangunan berbeda mencapai 81 titik.
Baca Juga: Dinilai Berhasil, Dedi Mulyadi Lanjutkan Sayembara Penangkapan Begal di Jawa Barat | JMP
Menanggapi hal tersebut, Zulhas meminta agar pembangunan yang masih sebatas rencana dievaluasi dan diarahkan untuk melengkapi fasilitas Kampung Nelayan yang telah berdiri.
"Yang 50 berarti melengkapi kampung nelayan saja," ucapnya.
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- koperasi desa merah putih
- koperasi nelayan merah putih
- kampung nelayan
- menko pangan
- zulkifli hasan





