Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pagi ini mengalami penguatan. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu, 28 Juli 2026, IHSG berada di zona merah sebesar 6.141,162.
IHSG dibuka menguat 10,57 poin atau 0,17 persen ke posisi 6.141,16. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 0,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 608,48.
Mengacu data RTI yang terekam hingga pukul 09.20 WIB, IHSG bergerak menguat sebanyak 15,337 poin setara 0,25 persen ke level 6.145,925. IHSG berada di level tertinggi 6.174 dan terendah di 6.140.
Sebanyak 363 saham menguat pada perdagangan pagi ini. Adapun sebanyak 160 saham emiten lainnya melemah, dan 198 saham stagnan.
Untuk sementara, total transaksi yang tercatat sebanyak Rp1,492 triliun dengan total saham yang diperdagangkan 4,308 miliar saham. Adapun kapitalisasi pasar mencapai Rp10.796,088 triliun.
Baca Juga :
Rupiah Dibuka Rp18.099/USD Rabu Pagi(Ilustrasi. Foto: Dok MI) IHSG diperkirakan cenderung tertekan Riset harian FAC Sekuritas menyebutkan, pada perdagangan kemarin, 28 Juli 2026, IHSG ditutup melemah 55,19 poin atau 0,89 persen ke level 6.130,59.
Pelemahan IHSG disebabkan berlanjutnya tekanan jual oleh investor asing sebesar Rp788,57 miliar (regular market) dan depresiasi nilai tukar Rupiah terhadap dollar AS menjadi di level Rp18.088.
Dari sisi katalis, Vice President Ratings Moody’s, Martin Petch, mengatakan kepada Bloomberg bahwa dampak jangka panjang terhadap peringkat kredit Indonesia akan sangat bergantung pada kemampuan Bank Indonesia dalam menjaga kredibilitas kebijakan moneter pasca mundurnya Perry Warjiyo.
Sementara itu, Wall Street tadi malam ditutup variatif, tercermin dari Dow Jones naik 1,03 persen, S&P 500 menguat 0,22 persen, dan Nasdaq turun 0,22 persen.
Pergerakan saham AS dipengaruhi oleh kekhawatiran melambatnya belanja AI dan meningkatnya persaingan di industri semikonduktor yang menekan saham-saham chip. Di sisi lain, laporan keuangan emiten yang solid serta turunnya harga minyak berhasil menopang sentimen investor dan membatasi pelemahan pasar.
“Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan masih cenderung tertekan seiring berlanjutnya tekanan jual investor asing, depresiasi nilai tukar Rupiah, dan kekhawatiran terkait independensi Bank Indonesia,” sebut analis FAC Sekuritas dalam risetnya.




