Kabinet Bayangan Muncul, Qodari: Jangan Cuma Cari-cari Salah Pemerintah!

wartaekonomi.co.id
6 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pembentukan Kabinet Bayangan oleh koalisi masyarakat sipil terus memantik respons dari berbagai pihak. Kelompok yang berisi akademisi, peneliti, hingga aktivis itu menyatakan akan mengawal sekaligus memberikan evaluasi terhadap jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menanggapi kemunculan kelompok tersebut, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) Muhammad Qodari menegaskan pemerintah tidak anti terhadap kritik. Namun, ia mengingatkan agar setiap masukan yang disampaikan tetap berlandaskan data yang valid dan disertai penilaian yang objektif terhadap capaian pemerintah.

"Kita menghargai semua masukan, semua saran. Yang penting nanti pakai data, kemudian bukan hanya bicara mengenai kritik dan saran, tapi juga harapan saya bisa mengapresiasi," kata Qodari.

Menurutnya, kritik memang menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Meski begitu, ia menilai penilaian terhadap pemerintah sebaiknya dilakukan secara berimbang, sehingga berbagai program yang dinilai berhasil juga mendapatkan pengakuan dari publik.

Baca Juga: 'Borok' DPR Terbongkar? Kabinet Bayangan Disebut Jadi Alarm Wakil Rakyat Tak Bekerja

"Yang bagus diapresiasi, yang bagus juga diangkat, yang bagus juga dikomentarin. Jangan hanya yang kurang-kurang," ujarnya.

Qodari kemudian mencontohkan salah satu program pemerintah yang menurutnya layak mendapat perhatian, yakni Sekolah Rakyat. Program tersebut disebut menjadi upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

"Untuk membangun Sekolah Rakyat ini, teman-teman bisa melihat bagaimana luar biasanya fasilitas pendidikan yang dibangun oleh Presiden Prabowo dan kabinet untuk pendidikan masyarakat di Indonesia," ucap dia.

Diketahui, Kabinet Bayangan merupakan inisiatif sejumlah kelompok masyarakat sipil yang dibentuk sebagai mitra kritis pemerintah. Kehadirannya ditujukan untuk mengawal kebijakan negara melalui penyusunan gagasan alternatif serta evaluasi terhadap berbagai program pemerintah di sejumlah sektor.

Baca Juga: Analis: Sudah Waktunya Prabowo Mengakhiri 'Bulan Madu' dengan Orang-orangnya Jokowi

Formasi Kabinet Bayangan diumumkan pada 17 Juli 2026 dan diisi oleh 15 tokoh dari kalangan akademisi, peneliti, hingga aktivis yang masing-masing membidangi kementerian tertentu.

Sejumlah nama yang masuk dalam susunan tersebut antara lain Feri Amsari sebagai Menteri Sekretaris Negara, Bhima Yudhistira Adhinegara sebagai Menteri Keuangan dan Tata Kelola Anggaran, Shofwan Al-Banna Choiruzzad sebagai Menteri Luar Negeri, serta Yance Arizona sebagai Menteri Hukum dan Kebijakan Negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengurus KONI Jeneponto Bakal Dipanggil Komisi IV DPRD Usai Anggaran Rp 590 Juta Cair Seluruhnya
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Pemkab Tulang Bawang dan IPDN Sinergi Kuatkan Tata Kelola Pemerintahan
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Apel Siaga dan Sosialisasi Karhutla, Minamas Plantation Perkuat Sinergi Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan di Ketapang
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Minta BMKG Perkuat Kesiapan Hadapi Potensi Kemarau Panjang dan El Nino
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Pigai: Penilaian Kepatuhan HAM Perusahaan Wajib Mulai 2028
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.