Jaga Stabilitas Dorong Ekkonomi, BI Perkuat Likuiditas Perbankan hingga Triple Intervention Pasar Uang

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Bank Indonesia (BI) menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ke depannya.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif Senior, Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Baca Juga :
Rupiah Terus Melemah ke Rp 18.106 Meski Pasar Mulai Optimis Penunjukan Destry Damayanti Gantikan Perry Warjiyo
3 Shio Diprediksi Menarik Kekayaan dan Keberuntungan Besar pada Pekan Ini

“Di tengah ketidakpastian global yang tinggi, stabilisasi nilai tukar rupiah terus diperkuat, sehingga konsisten mendukung pencapaian sasaran inflasi dan mendorong kegiatan ekonomi,” kata Erwin.

Erwin menyampaikan bahwa optimalisasi bauran kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah ditingkatkan. Berbagai instrumen keuangan juga terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus mendukung masuknya aliran modal asing.

“Tidak hanya mengandalkan suku bunga kebijakan, instrumen moneter lain juga dipertajam,” kata dia lagi.

Instrumen yang dioptimalkan termasuk triple intervention di pasar valas (spot, non-deliverable forward/NDF, dan domestic non-deliverable forward/DNDF) serta optimalisasi instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas insentif swap dan DNDF hedging.

Kemudian, strategi dalam menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan juga diperkuat. Menurut bank sentral, posisi SRBI berada dalam tren yang lebih terkendali.

“Ke depan, penerbitan SRBI terus diarahkan agar selaras dengan kebutuhan pengelolaan likuiditas dan mendukung masuknya aliran modal asing guna memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Erwin.

Di sisi lain, BI juga terus mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus diperkuat guna mendorong pembiayaan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk penguatan mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan agar transmisi pembiayaan menjadi semakin efektif.

Selain itu, kebijakan digitalisasi sistem pembayaran juga terus diakselerasi, sehingga semakin mendorong pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga :
3 Syarat Agar Kebijakan 'Benteng Policy' Prabowo Tak Gagal
Namanya Masuk Bursa Calon Gubernur BI Pengganti Perry, Begini Respons Purbaya
Bos BCA Ungkap Pesan Khusus untuk Calon Perngganti Perry Warjiyo Jadi Gubernur BI

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diungkap Purnawirawan Mayjen, Kekuatan Asing hingga Polisi Jadi Bekingnya Jokowi di Kasus Ijazah
• 9 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
RI Mau Bangun 100 Giga Watt PLTS, Sebentar Lagi Groundbreaking
• 14 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Minta Gubernur BI Baru Jaga Kredibilitas dan Independensi
• 7 jam laludisway.id
thumb
DKI dan MRT Jakarta Luncurkan Pembayaran Tiket dengan Kartu Kredit Nirkontak Berteknologi EMV Contactless
• 2 jam lalupantau.com
thumb
Terekam CCTV, Bule Wanita Curi Pakaian Rp 2,5 Juta di Ubud
• 17 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.