Raksasa Senjata Dunia Berburu Startup Drone, Investasi Tembus Rp74 Triliun

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perubahan cepat di medan perang mendorong perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar dunia mengucurkan investasi dalam jumlah rekord kepada perusahaan rintisan pengembang drone, robot maritim, sensor, kecerdasan buatan, dan sistem tempur otonom.

Financial Times pada Ahad, 26 Juli 2026, melaporkan perusahaan pertahanan besar, termasuk Lockheed Martin dan BAE Systems, telah berpartisipasi dalam putaran pendanaan modal ventura senilai 4,1 miliar dolar AS sepanjang 2026. Nilainya setara sekitar Rp74,2 triliun.

Baca Juga
  • Stres Finansial Berisiko Bikin Stres Kronis Berujung Demensia
  • Menikmati Jakarta dari Atas Bus, Cara Pemprov DKI Hidupkan Wisata Kota
  • Respons Cepat, Pemprov Jabar dan Pemkab Sukabumi Tangani Kebakaran 51 Rumah di Cisolok

Angka tersebut merupakan investasi tahunan terbesar yang pernah dicatat Dealroom untuk keterlibatan kontraktor pertahanan utama dalam pendanaan startup militer. Arus modal itu memperlihatkan perubahan strategi perusahaan senjata tradisional yang selama puluhan tahun bertumpu pada pesawat tempur, kapal perang, kendaraan lapis baja, dan sistem persenjataan besar.

Kini, mereka berlomba memperoleh akses terhadap teknologi yang dapat dikembangkan, diuji, dan diproduksi lebih cepat. Perang di Ukraina serta konflik-konflik terbaru menunjukkan drone murah, rudal pencegat, perangkat lunak, sensor, dan kendaraan nirawak dapat memainkan peran besar tanpa selalu membutuhkan platform berharga miliaran dolar.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

“Konflik-konflik terbaru menyoroti kebutuhan akan jenis peperangan modern, ketika platform lama yang telah mapan hidup berdampingan dengan teknologi disruptif baru,” kata Gwen Billon, mitra bank investasi PJT yang ikut memimpin bisnis kedirgantaraan dan pertahanan perusahaan tersebut.

Billon mengatakan teknologi pertahanan baru tidak akan menghilang setelah konflik berakhir. Karena itu, perusahaan pertahanan besar ingin memastikan mereka memiliki akses dan keterpaparan terhadap teknologi tersebut.

Transaksi Menuju Rekor Baru

Nilai seluruh transaksi yang berkaitan dengan industri pertahanan global, termasuk merger, akuisisi, dan penggalangan dana, telah melampaui 40 miliar dolar AS atau sekitar Rp723,5 triliun sepanjang 2026.

Angka itu berada di jalur untuk melampaui rekor tahunan sebesar 59 miliar dolar AS yang dicapai pada 2019. Jika dikonversi dengan kurs BI yang sama, rekor tersebut setara sekitar Rp1.067 triliun.

Dealroom juga mencatat perusahaan rintisan sektor pertahanan dan keamanan telah mengumpulkan dana sekitar 39,8 miliar dolar AS atau Rp719,9 triliun sepanjang tahun ini. Data tersebut menunjukkan modal tidak hanya mengalir melalui akuisisi, tetapi juga melalui pendanaan langsung kepada perusahaan teknologi yang sedang berkembang.

Pergeseran itu terlihat jelas dalam Farnborough International Airshow 2026 di Inggris. Separuh dari 1.636 peserta pameran berasal dari sektor pertahanan, proporsi tertinggi dalam sejarah acara yang sebelumnya lebih didominasi industri penerbangan sipil.

Lebih dari 650 investor, bankir, dan pengelola dana dari sekitar 350 lembaga keuangan juga menghadiri pameran tersebut. Kehadiran mereka memperlihatkan teknologi pertahanan kini dipandang sebagai salah satu bidang investasi dengan pertumbuhan tercepat.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bawa RANS dan JECX Melantai di BEI, Trimegah Sekuritas Kini Jajaki IPO Lain
• 19 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 12 jam lalumediaapakabar.com
thumb
BMKG Siapkan Dua Langkah Strategis Menghadapi Kemarau dan El Nino Tahun Ini
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Bupati Pemalang Ditangkap KPK di Jakarta
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Cara Andien Pilih Sekolah untuk Kawa dan Tabi: Utamakan Kenyamanan dan Libatkan Keputusan Anak!
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.