Oleh: Prof Ema Utami (Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Amikom Yogyakarta)
REPUBLIKA.CO.ID, Tiga hari terakhir saya terlibat dalam rangkaian Seminar Kemajuan Hasil Penelitian Disertasi mahasiswa Program Doktoral Informatika Universitas Amikom Yogyakarta, baik sebagai promotor maupun ko-promotor. Seminar kemajuan hasil penelitian tahap satu, dua, dan tiga merupakan salah satu tonggak penting dalam perjalanan studi Doktoral. Di ruang itulah mahasiswa memaparkan sejauh mana penelitian mereka berkembang, mempertanggungjawabkan arah yang telah dipilih, sekaligus menerima berbagai masukan yang akan menentukan langkah berikutnya.
Namun tidak semua orang yang berdiri di depan ruang seminar datang dengan perjalanan yang sama. Sebagian adalah dosen yang membagi waktu antara mengajar, meneliti, dan menyelesaikan studi Doktoralnya. Sebagian lagi adalah aparatur sipil negara yang tetap menjalankan amanah institusinya sambil mengejar gelar akademik tertinggi. Ada pula mereka yang memikul peran yang jauh lebih kompleks, yakni dosen, peneliti, sekaligus ibu rumah tangga.
Mereka menjalani hari-hari yang nyaris tidak pernah benar-benar kosong. Pagi dimulai dengan memastikan anak-anak berangkat sekolah, menyiapkan kebutuhan keluarga, memenuhi tanggung jawab sebagai dosen di kampus asal, lalu kembali membuka laptop untuk membaca literatur, menganalisis data, atau menyempurnakan penelitian Disertasi ketika sebagian besar orang telah beristirahat. Tidak ada slide presentasi yang mampu memperlihatkan seluruh perjuangan yang mereka bawa ke ruang seminar. Karena itu, setiap kali melihat mereka berdiri dengan tenang memaparkan hasil penelitiannya, saya selalu merasa bersyukur telah memilih jalan sebagai pendidik yang dapat menyaksikan lahirnya begitu banyak ketekunan yang sering kali tidak terlihat.
Seminar kemajuan hasil penelitian sesungguhnya bukan sekadar memenuhi tahapan administratif. Ia adalah salah satu titik penting dalam membangun rekam jejak akademik seorang peneliti. Setiap presentasi, setiap masukan yang diterima, setiap revisi yang dilakukan, hingga setiap artikel yang akhirnya dipublikasikan merupakan jejak yang akan membentuk perjalanan intelektual seseorang. Dalam penelitian, tidak semua langkah langsung menghasilkan publikasi, namun hampir setiap langkah meninggalkan jejak.
.rec-desc {padding: 7px !important;}Refleksi tentang jejak akademik itu mengingatkan saya pada kabar yang datang dari Najwa Rashika, putri sulung kami. Beberapa waktu lalu ia mengikuti dua konferensi internasional secara berturut-turut untuk mempresentasikan makalah hasil penelitiannya, yang pertama di Turki pada bulan Mei 2026, kemudian di Italia pada bulan Juni 2026. Dalam dunia akademik, konferensi yang lebih dahulu diikuti tidak selalu menghasilkan publikasi yang lebih dahulu terbit. Proses editorial, kompilasi prosiding, hingga pengindeksan pada basis data seperti IEEE Xplore memiliki ritmenya sendiri. Karena itu, makalah dari konferensi di Italia justru lebih dahulu terbit dan terindeks, sementara makalah dari konferensi di Turki masih berada dalam proses.
Peristiwa itu menjadi pengingat bahwa perjalanan akademik jarang berjalan lurus. Rencana awal Najwa Rashika sesungguhnya adalah melanjutkan studi Magister langsung ke luar negeri. Namun ketika beasiswa yang diharapkan belum berpihak, ia harus segera mengambil keputusan. Najwa Rashika kemudian mendaftar dan mengikuti seleksi Program Magister Teknik Dirgantara Institut Teknologi Bandung. Alhamdulillah, ia dinyatakan diterima dan akan memulai perkuliahan pada Agustus 2026. Jalannya memang berubah, tetapi perjalanan akademiknya tidak pernah berhenti. Jejak yang ditinggalkannya justru terus bertambah.
Hal yang sama saya lihat pada perjalanan para mahasiswa Doktoral kami. Banyak yang memulai penelitian dengan bayangan bahwa semuanya akan berlangsung runtut, yakni proposal disetujui, data dikumpulkan, analisis selesai, disertasi ditulis, lalu sidang akhir. Kenyataannya jauh lebih dinamis. Ada data yang harus dikumpulkan ulang, ada hipotesis yang direvisi setelah bertemu temuan yang tidak terduga, ada artikel yang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga diterima, ada pula rencana studi yang berubah karena kesempatan yang diharapkan belum datang.
Bagi mahasiswi yang juga menjalankan peran sebagai dosen dan ibu rumah tangga, perjalanan yang tidak linier itu sering kali terasa jauh lebih berat. Setiap jeda penelitian dapat berarti hilangnya momentum yang telah susah payah dibangun. Namun justru di sanalah ketangguhan mereka tampak. Mereka belajar bahwa penelitian bukan perlombaan siapa yang paling cepat mencapai garis akhir, melainkan perjalanan panjang untuk terus melangkah meskipun kecepatannya tidak selalu sama.
Karena itulah mereka layak mendapat lebih dari sekadar ucapan selamat ketika kelak dinyatakan lulus. Mereka layak mendapat penghargaan atas setiap langkah kecil yang berhasil mereka pertahankan. Setiap bab disertasi yang selesai ditulis, setiap seminar kemajuan yang berhasil dilalui, setiap artikel yang diterbitkan, dan setiap presentasi yang dilakukan merupakan jejak yang lahir dari perjuangan yang sering kali tidak diketahui orang lain.
Ketika kemajuan hasil penelitian hari itu berakhir, saya menyadari bahwa setiap mahasiswa sebenarnya sedang meninggalkan jejaknya masing-masing. Ada yang jejaknya berupa artikel jurnal yang dapat dibaca peneliti di berbagai belahan dunia. Ada yang berupa makalah konferensi yang memperluas jejaring akademik. Ada pula yang mungkin baru berupa satu bab disertasi yang akhirnya selesai ditulis setelah berminggu-minggu mencari waktu di antara pekerjaan dan keluarga. Semua jejak itu layak dihargai, karena perjalanan ilmiah tidak dibangun oleh satu lompatan besar. Ia dibangun oleh langkah-langkah kecil yang terus dilakukan dengan tekun dan penuh harapan.
Allah SWT berfirman, "Dan orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-'Ankabut: 69). Ayat ini mengingatkan bahwa Allah tidak hanya menjanjikan hasil bagi mereka yang mencari ilmu, tetapi juga membimbing setiap langkah orang-orang yang bersungguh-sungguh menjalaninya. Kepada seluruh mahasiswa yang sedang menempuh perjalanan Doktoral, khususnya mereka yang harus membagi waktu antara keluarga, pekerjaan, dan penelitian, jangan pernah meremehkan langkah kecil yang berhasil dilakukan hari ini. Sebab setiap langkah itu meninggalkan jejak, dan setiap jejak adalah bagian dari perjalanan panjang menuju ilmu yang bermanfaat. Wallāhu a'lam.




