Ringkasan Berita
Harga daging ayam Kota Kediri di Pasar Pahing naik menjadi Rp34 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp24 ribu.
Pedagang menyebut kenaikan mulai terjadi sekitar dua pekan lalu, bersamaan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
Salah satu pedagang menduga meningkatnya permintaan akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut memengaruhi kenaikan harga, meski hal itu belum dikonfirmasi pemerintah.
Pembeli berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga daging ayam agar beban masyarakat tidak semakin berat.
Kediri (beritajatim.com) – Harga daging ayam Kota Kediri mengalami kenaikan cukup signifikan dalam dua pekan terakhir. Di Pasar Pahing Kota Kediri, harga daging ayam kini mencapai Rp34 ribu per kilogram, naik sekitar Rp10 ribu dibandingkan harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tersebut mulai dirasakan para pedagang sejak aktivitas sekolah kembali berjalan setelah libur panjang.
Salah seorang pedagang daging ayam di Pasar Pahing, Nur Rokhim, mengatakan lonjakan harga mulai terjadi sekitar dua minggu lalu, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.
“Kenaikan harga terjadi semenjak anak-anak masuk sekolah kembali,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Menurut Nur Rokhim, sebelum mengalami kenaikan, harga daging ayam masih berada di kisaran Rp24 ribu per kilogram. Namun, dalam waktu relatif singkat harganya melonjak hingga menyentuh Rp34 ribu per kilogram.
Ia menduga meningkatnya permintaan menjadi salah satu penyebab kenaikan harga. Salah satunya diperkirakan berasal dari kembali berjalannya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah masa libur sekolah.
“MBG kembali beroperasi, harga ayam jadi naik, seiring permintaan pasokan barang meningkat,” ucapnya.
Meski demikian, penyebab pasti kenaikan harga daging ayam belum dikonfirmasi oleh instansi terkait. Dugaan tersebut merupakan penilaian pedagang berdasarkan kondisi pasar yang mereka rasakan.
Kenaikan harga daging ayam juga dikeluhkan para pembeli. Mereka mengaku harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan cukup berat.
Salah seorang pembeli, Badriah, warga Kelurahan Jamsaren, berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga bahan pangan, khususnya daging ayam.
“Sangat berat bila harga ayam sudah di angka Rp34 ribu. Apalagi sekarang memang tengah di fase sulit ekonomi. Kami berharap terhadap pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga,” ujarnya.
Para pedagang berharap pasokan kembali normal sehingga harga daging ayam dapat berangsur turun. Sementara masyarakat menantikan adanya langkah stabilisasi agar kebutuhan pokok tetap terjangkau dan daya beli tidak semakin tertekan. [nm/aje]



