Respons Tegas Kirana Larasati soal Kasus Maling Ayam di Bali: Stop Meromantisasi!

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

VIVA – Respons aktris Kirana Larasati terhadap kasus tewasnya seorang pria yang diduga menjadi korban pengeroyokan massa di Kabupaten Tabanan, Bali, menuai perhatian publik. Pernyataan yang diunggahnya di media sosial memicu perdebatan karena dinilai memiliki sudut pandang yang berbeda dari sebagian besar orang yang lebih menyoroti nasib keluarga korban, terutama sang anak.

Kasus tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah beredar video yang memperlihatkan seorang anak perempuan menangisi jenazah ayahnya. Rekaman itu viral di berbagai platform media sosial dan mengundang simpati luas.

Baca Juga :
3 Hari Tak Pulang Demi Ekonomi Keluarga, Pria di Tabanan Bali Berakhir Tragis Dikeroyok Warga
Viral, Pengakuan Warga Soal Harga Ayam yang Diduga Hendak Dicuri Korban Pengeroyokan di Bali Capai Puluhan Juta

Banyak netizen mengaku tersentuh melihat kesedihan sang anak yang harus kehilangan ayahnya dalam peristiwa tragis tersebut.

Diketahui, pria berinisial KD meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah warga di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Berdasarkan informasi yang beredar, insiden bermula ketika KD diduga tertangkap tangan mencoba mencuri ayam milik warga.

Peristiwa itu kemudian berkembang menjadi perbincangan nasional. Di satu sisi, banyak pihak mengungkapkan belasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan. Di sisi lain, muncul pula pandangan bahwa tindakan kriminal yang diduga dilakukan korban tidak sepatutnya diabaikan hanya karena berakhir dengan kisah yang mengundang empati.

Melalui akun Threads miliknya, Kirana Larasati menyampaikan pandangannya secara lugas. Ia menilai masyarakat seharusnya tidak mengabaikan akar persoalan, yakni dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh korban sebelum insiden pengeroyokan terjadi.

"Kata aku sih stop meromantisasi hidup maling. Maling uang rakyat juga banyak. Cuma gak bisa kena gebuk warga aja," tulis Kirana Larasati di Threads, dikutip Rabu 29 Juli 2026.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa menurut Kirana Larasati, simpati publik sebaiknya tidak menghapus fakta mengenai dugaan tindak kriminal yang menjadi awal mula peristiwa. Ia juga membandingkan kasus tersebut dengan berbagai bentuk kejahatan lain yang sama-sama merugikan masyarakat.

Tidak berhenti sampai di situ, Kirana Larasati juga menyoroti alasan ekonomi yang kerap dijadikan pembenaran terhadap aksi pencurian. Menurutnya, kondisi sulit bukan hanya dialami oleh satu orang, tetapi banyak masyarakat yang tetap memilih mencari nafkah tanpa melakukan pelanggaran hukum.

Baca Juga :
Selidiki Penyebab Kematian, Polisi Bongkar Makam Pria Terduga Maling Ayam yang Tewas Dikeroyok
Mensos Tawarkan Anak Terduga Maling Ayam di Bali Masuk Sekolah Rakyat
Polisi Ungkap Kabar Terbaru soal Maling Ayam yang Tewas Dikeroyok Warga di Bali

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketegangan AS-Iran Sempat Meredup, Harga Minyak Anjlok; Wall Street Fokus pada Keputusan Suku Bunga The Fed
• 1 jam laluerabaru.net
thumb
Bupati Pemalang Ditangkap KPK, Ombudsman Bongkar 10 Aduan Warga
• 40 menit laluliputan6.com
thumb
5 Zodiak yang Paling Suka Flexing, Senang Pamer Pencapaian dan Gaya Hidup
• 14 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Harga Emas Antam 29 Juli 2026 Turun Rp12.000, Kini Rp2.601.000 per Gram
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 10 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.