Iqbaal Ramadhan Ungkap Alasan Suka Doom Scrolling, Ternyata Bukan Karena Malas

tabloidbintang.com
4 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Iqbaal Ramadhan mengungkap cara dirinya menikmati waktu luang di tengah kesibukan. Berbeda dari kebanyakan orang, pemeran film Dilan 1990 itu mengaku belakangan ini lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur.

Hal tersebut disampaikan Iqbaal saat berbincang dengan Raditya Dika di sebuah podcast. Dalam obrolan tersebut, Raditya Dika penasaran dengan aktivitas Iqbaal ketika sedang tidak memiliki pekerjaan.

"Weekend lo ngapain? Gue pengin tahu dong sisi loe bersenang-senangnya. Loe ngapain, sih?" tanya Raditya Dika.

"Tidur gua, Bang," jawab Iqbaal.

Bagi Iqbaal, tidur menjadi salah satu cara untuk mendapatkan kembali waktu istirahat yang selama ini tersita oleh pekerjaan. 

Ia ingin menikmati waktu tanpa harus memikirkan berbagai urusan profesional.

"Belakangan ini iya. Gue kayak mengambil kembali waktu tidur gue yang tanpa mikirin kerjaan gitu tuh dengan itu," aku Iqbaal.

Doom Scrolling 'Me Time'

Meski demikian, Iqbaal mengaku belum bisa sepenuhnya lepas dari ponsel. 

Ia masih sesekali melakukan doom scrolling di media sosial, terutama setelah menjalani hari yang padat.

Iqbaal menyadari kebiasaan tersebut kerap dianggap negatif. Seseorang yang sudah lelah bekerja hingga larut malam tetapi masih menggulirkan media sosial sebelum tidur sering kali dicap malas atau mengalami brain rot.

Namun, menurut Iqbaal, ada sudut pandang lain mengenai kebiasaan tersebut. 

Ia menyebut doom scrolling bisa menjadi cara seseorang untuk mendapatkan kembali rasa memiliki atas waktunya sendiri.

"Kadang-kadang masih doom scrolling. Itu juga satu yang gue pelajarin. Kadang-kadang kita kayak, 'Gila, dia doom scrolling mulu,' padahal udah capek kerja," ujar Iqbaal.

"Balik ke rumah malam, larut sampai subuh, malah doom scrolling. Ternyata ada risetnya yang bilang kalau itu tuh enggak bisa dibilang malas atau enggak bisa dibilang brain rot, karena ternyata itu cara kita untuk mengembalikan waktu kita, mengembalikan rasa kepemilikan waktu kita buat kita sendiri," lanjutnya panjang.

Iqbaal kemudian menjelaskan bagaimana kesehariannya membuat waktu yang dimiliki seolah terus terbagi untuk orang lain. 

Mulai dari bertemu rekan kerja hingga menjalani berbagai agenda, sebagian besar waktunya dihabiskan untuk aktivitas yang sudah terjadwal.

Menurutnya, ketika berada di rumah dan mulai doom scrolling, muncul perasaan bahwa waktu tersebut sepenuhnya menjadi miliknya.

"Nah, begitu di dalam rumah, itulah ngerasanya si doom scrolling itu kayak, 'Ini waktu gue.' Me time gitu lah kayaknya bahasanya," ungkap Iqbaal.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Potret Sawah Mini dari Galon Bekas
• 5 jam laludetik.com
thumb
Pedagang Martabak Mini Tertidur, Tas Berisi HP Kado Anak Digondol Maling
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo Perintahkan Daerah Bersiap Hadapi El Nino dan Musim Kemarau, Wanti-wanti Bencana
• 21 jam lalukompas.com
thumb
Pabrik Baterai EV Raksasa RI Siap Beroperasi, Ini Pemiliknya
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Bupati Bogor Siap Wujudkan Birokrasi Profesional dan Transparan
• 20 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.