Topan Melanda Guangdong, Tiongkok, Pembukaan Bendungan di Beberapa Tempat Menyebabkan Banjir

erabaru.net
2 jam lalu
Cover Berita

Topan terkuat tahun ini, “Noul”, mendarat di pesisir Huizhou, Guangdong, Tiongkok, pada 26 Juli dini hari. Banyak pohon di pusat kota tercabut dari akarnya dan menghancurkan kendaraan yang diparkir di tepi jalan. Hujan lebat mengguyur sejumlah kota dan kecamatan seperti Huizhou, Meizhou, dan Lufeng, sementara beberapa bendungan sekaligus melepaskan air yang mengakibatkan banjir besar-besaran dan kerugian yang sangat parah

EtIndonesia.com Pada 26 Juli pukul 03.50 dini hari, topan “Noul” mendarat di pesisir Kabupaten Huidong, Kecamatan Pinghai, Huizhou, membawa angin kencang dan hujan lebat dengan kecepatan angin maksimum mencapai tingkat 14. 

Di pusat kota Huizhou dan kecamatan-kecamatan sekitarnya, beberapa jalan dan perumahan mengalami genangan air; banyak pohon tercabut hingga ke akarnya dan menghancurkan kendaraan yang diparkir di tepi jalan, sementara beberapa rumah berdinding seng mengalami kerusakan parah.

Tuan Huang, warga Distrik Huiyang, Huizhou: “Situasi di Huizhou sangat parah. Angin bertiup sangat kencang, air bahkan masuk melalui celah-celah kaca dan merembes ke dalam rumah. Kami terpaksa tinggal di dalam rumah dan tidak berani keluar. Banjir seluas ini, yang dulunya adalah kebun sayur dan kebun buah, sungguh disayangkan. Ada sungai kecil di sebelahnya; setelah meluap, daerah di tepi sungai pun terendam.”

Waduk Baipenzhu yang terletak di hulu Sungai Xizhi, Kota Huizhou, merupakan waduk terbesar keempat di Guangdong. Saat ini, ketinggian airnya telah melampaui batas banjir 75 meter, dan pada 26 Juli malam, telah dikeluarkan pemberitahuan pelepasan air. Sebagian jalan dan desa-desa terisolasi oleh banjir selama satu hari.

Ibu Chen, seorang warga Kelurahan Chenjiang, Kota Huizhou : “Saat topan mendarat di tengah malam, belum ada banjir. Mulai pukul 8 pagi banjir mulai datang, dan dalam setengah jam seluruh kompleks perumahan ini terendam, jalan-jalan pun tergenang. Air setinggi ini kemungkinan disebabkan oleh pelepasan air dari hulu dan pembukaan pintu air bendungan. Lantai dasar rumah tergenang parah, mobil-mobil terendam air. Sebenarnya saya ingin berangkat kerja, tapi tidak bisa keluar.”

Akibat pengaruh topan, hujan lebat melanda seluruh wilayah Kota Meizhou, dan beberapa bendungan serta pembangkit listrik tenaga air melakukan pembuangan air secara bersamaan. Beberapa desa dan kota di Kabupaten Wuhua, seperti Kecamatan Mianyang dan Kecamatan Meilin, yang mengalami kerusakan parah, tergenang air secara serius; jalan-jalan berubah menjadi sungai, dan arus banjir semakin deras pada tengah malam.

Kabupaten Fengshun, Kabupaten Jiexi di Kota Jieyang, Kabupaten Luhe di Kota Shanwei, dan Kabupaten Zijin di Kota Heyuan—yang berbatasan dengan Kabupaten Wuhua di empat arah—masing-masing memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Air Fengshun, Bendungan Jiexi, Bendungan Nangao, dan Bendungan Zijin, yang semuanya sedang melakukan pelepasan air. 

Beredar kabar di internet bahwa Bendungan Zijin jebol. Warga mengeluh bahwa bendungan tidak melakukan pelepasan air lebih awal, sehingga menyebabkan banjir, dan pelepasan air tersebut dilakukan tanpa peringatan. Ini adalah bencana akibat kelalaian manusia, bukan bencana alam. Beberapa warga bahkan tersapu banjir bersama mobilnya; ketika ditemukan, mobilnya sudah hancur dan korban tewas.

Ibu Ye, seorang warga Desa Mianyang, Kabupaten Wuhua, Kota Meizhou: “Saat air dilepaskan, pagi tadi air sudah naik sampai ke jendela rumah kami. Airnya keruh sehingga tidak bisa menangkap ikan, dan di dalamnya ada ular—siapa yang berani turun ke sana? Air sudah masuk ke rumah kami, dan beberapa mobil terendam. Kami menguras air sepanjang hari, tapi di pegunungan sini tidak ada makanan sama sekali; di sini tidak ada apa-apa.”

Di Kota Lufeng, air laut dan air sungai mengalir balik ke daratan. Beberapa bendungan di wilayah tersebut serta di hulu sekitarnya, seperti Bendungan Longtan dan Bendungan Xiangkou, juga sedang melakukan pembuangan air. Banyak desa dan kota mengalami kerusakan yang lebih parah dibandingkan bencana banjir bulan lalu.

Ibu Zhong, seorang warga Desa Nantang, Kota Lufeng: “Topan membawa hujan lebat, hujan turun sepanjang hari, airnya naik sangat tinggi, air masuk ke dalam rumah. Airnya cukup kotor. Saya duduk di atas skuter listrik karena kalau kaki terlalu lama terendam, akan bau. Ini sudah yang kedua kalinya, tapi kali ini lebih parah daripada sebelumnya.”

Laporan wawancara oleh reporter New Tang Dynasty Television, Xiong Bin dan Bai Ni


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jika Dikabulkan Hakim, Roy Suryo Akan Sumbangkan Ganti Rugi Rp206 Juta ke Yayasan Sosial
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Naik MRT Jakarta Kini Bisa Pakai Kartu Kredit, Tap In-Tap Out Tanpa Beli Tiket dan Isi Saldo
• 4 jam laludisway.id
thumb
Polresta Bogor Kota Ungkap 61 Kasus Narkoba, Sita 212.782 Butir Obat Keras hingga Sabu
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Gempa M 6,8 di Jepang, 200 Orang Terjebak di Runtuhan Aeon Mall Kumamoto
• 21 jam laludisway.id
thumb
Dari PRSU Hingga Kursi Kepemimpinan: Kisah "Cinta Tukang Parkir'
• 19 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.