Kupang (ANTARA) - Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang menerjunkan 48 tim akademisi dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Berdampak Tahun 2026 di Kabupaten Sumba Tengah untuk mendukung pembangunan berkelanjutan di daerah itu.
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana Prof. Paul Tamela di Kupang, Rabu mengatakan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal.
"Menjadi World Class University bukan hanya diukur dari publikasi internasional atau peringkat global, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi menghadirkan solusi atas persoalan nyata masyarakat. Semoga sinergi yang terjalin pada hari ini menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat, produktif, dan berkelanjutan," katanya.
Ia menjelaskan program PKM berdampak yang melibatkan 48 tim tersebut melibatkan guru besar, dosen, dan mahasiswa dalam satu tim pengabdian untuk menghilirisasikan hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Undana gandeng tiga kampus hadirkan teknologi air bersih di TTS
Menurut dia, berbagai kegiatan pengabdian akan disesuaikan dengan potensi unggulan Sumba Tengah, seperti sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Kehadiran para akademisi di tengah warga menjadi wujud hilirisasi riset kampus agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas," ujarnya.
Prof. Paul juga mengingatkan seluruh tim pengabdi untuk menjaga profesionalisme serta menghormati kearifan lokal selama melaksanakan kegiatan di lapangan.
"Hadirlah sebagai mitra masyarakat, dengarkan kebutuhan mereka, bangun solusi bersama, dan tinggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang," katanya.
Undana berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dapat memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Riset Undana harus berdampak bagi penyelesaian masalah daerah
Baca juga: Undana-Bappenas jajaki pengembangan ekosistem sapi potong di NTT
Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Undana Prof. Paul Tamela di Kupang, Rabu mengatakan kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi salah satu kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di tingkat lokal.
"Menjadi World Class University bukan hanya diukur dari publikasi internasional atau peringkat global, tetapi juga dari kemampuan perguruan tinggi menghadirkan solusi atas persoalan nyata masyarakat. Semoga sinergi yang terjalin pada hari ini menjadi awal dari kolaborasi yang semakin kuat, produktif, dan berkelanjutan," katanya.
Ia menjelaskan program PKM berdampak yang melibatkan 48 tim tersebut melibatkan guru besar, dosen, dan mahasiswa dalam satu tim pengabdian untuk menghilirisasikan hasil riset agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
Baca juga: Undana gandeng tiga kampus hadirkan teknologi air bersih di TTS
Menurut dia, berbagai kegiatan pengabdian akan disesuaikan dengan potensi unggulan Sumba Tengah, seperti sektor pertanian, peternakan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
"Kehadiran para akademisi di tengah warga menjadi wujud hilirisasi riset kampus agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas," ujarnya.
Prof. Paul juga mengingatkan seluruh tim pengabdi untuk menjaga profesionalisme serta menghormati kearifan lokal selama melaksanakan kegiatan di lapangan.
"Hadirlah sebagai mitra masyarakat, dengarkan kebutuhan mereka, bangun solusi bersama, dan tinggalkan jejak pengabdian yang akan terus dikenang," katanya.
Undana berharap kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dapat memperkuat implementasi Tridarma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong pembangunan daerah yang lebih merata, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca juga: Riset Undana harus berdampak bagi penyelesaian masalah daerah
Baca juga: Undana-Bappenas jajaki pengembangan ekosistem sapi potong di NTT





