Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan 100 persen warga terdaftar dalam verifikasi digital penerima bantuan sosial melalui sistem Perlindungan Sosial (Perlinsos) sekitar satu sampai dua hari lagi.
Eddy Christijanto Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya menjelaskan, capaiannya saat ini sudah 99,74 persen.
Dari total 1.003.068 KK di Surabaya, sebanyak 1.000.458 KK telah terjangkau melalui aplikasi Sayang Warga. Menyisakan 2.610 KK yang belum terdata.
“Saat ini proses verifikasi sudah langsung keluar hasilnya. Kita masih menyisakan sekitar 2.610 KK yang belum terdata, terbanyak di Kelurahan Dukuh Setro. InsyaAllah dalam 1 sampai 2 hari ke depan target 100 persen akan tuntas,” terangnya dikutip Rabu (29/7/2026).
Untuk pendafataran Perlinsos, Pemkot Surabaya menyiapkan 13.049 agen untuk memfasilitasi pendaftaran warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Mengenai kendala di lapangan, Eddy mengakui sempat terjadi perlambatan sistem (loading) pada masa awal uji coba, namun saat ini perbaikan infrastruktur membuat proses verifikasi berjalan jauh lebih cepat.
Untuk diketahui, uji coba Perlinsos di Surabaya dimulai sejak 4 Juni 2026 dan menjadi pilot project nasional.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Qodari Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI saat meninjau uji coba kemarin, Selasa (27/7/2026) menyebut, data terbaru ada 119 ribu KK yang berhak mendapat perlinsos. 51 ribuan KK di antaranya penerima baru.
Pada tahap awal uji coba ini, baru ada dua jenis bantuan yang diproses dan ke depannya akan dikembangkan hingga mencakup tujuh jenis bantuan sosial secara menyeluruh.(lta/saf/ipg)




