6 Dokter Magang Meninggal Sepanjang 2026, Desakan untuk Evaluasi Beban Kerjanya

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak enam dokter magang atau internship meninggal dalam enam bulan terakhir pada 2026.

Kasus terbaru adalah dokter magang berinisial SZM (25) yang dilaporkan meninggal dunia diduga loncat dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026).

Merespon rentetan kasus kematian dokter magang itu, anggota Komisi X DPR Habib Syarief Muhammad meminta pemerintah mengevaluasi beban hingga lingkungan kerja untuk dokter internship.

Baca juga: Kemenkes Atur Jam Kerja Dokter Magang: Maksimal 40 Jam per Minggu

"Enam dokter internship meninggal hanya dalam waktu sekitar lima bulan merupakan angka yang sangat memprihatinkan. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak karena besar kemungkinan ada persoalan yang lebih mendasar dalam sistem pendidikan dan pelaksanaan program internsip dokter," ujar Syarief dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Tegasnya, jangan sampai beban hingga lingkungan kerja dokter magang justru membahayakan keselamatan maupun kesehatan mental mereka.

"Program internship bertujuan mencetak dokter yang profesional dan kompeten, bukan justru menempatkan peserta pada kondisi yang mengancam keselamatan jiwa. Karena itu, hasil evaluasi harus melahirkan perbaikan nyata agar kejadian serupa tidak kembali terulang," ujar Syarief.

Baca juga: Marak Kasus Kematian Dokter Magang, Kemenkes: Perbaikan Program Internship Terus Dilakukan

6 Kasus Kematian Dokter Magang

Kasus kematian pertama pada 2026 terjadi kepada dokter magang berinisial AMW (25) di Cianjur, Jawa Barat.

Ia meninggal dunia setelah terinfeksi campak yang menyebabkan gangguan pada jantung dan otak. Selepas melakukan penyelidikan epidemiologi pada Jumat (27/3/2026).

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sendiri telah memastikan bahwa AMW memang meninggal akibat terinfeksi campak.

Baca juga: Kematian Dokter Magang, Legislator Ingatkan Pentingnya Penguatan Perlindungan Nakes

Kasus kematian kedua terjadi pada 25 Maret 2026, di mana menimpa KAP yang merupakan dokter magang di RS Bhina Bhakti Husada, Rembang, Jawa Tengah.

KAP diagnosis mengalami anemia berat dan kondisi daya tahan tubuh yang lemah yang menyebabkannya meninggal dunia.

Kasus ketiga menimpa dokter magang di Denpasar, Bali, berinisial EBH yang meninggal pada 17 Maret 2026.

EBH yang merupakan dokter magang meninggal akibat demam berdarah dengue (DBD) dengan komplikasi dengue shock syndrome.

Baca juga: Kemenkes Respons Kematian Dokter Magang, Hasil Investigasi Selesai 3-4 Hari

Sripoku.com Dokter magang lulusan Unsri, dr Myta Aprilia Azmy, meninggal diduga karena beban kerja berlebih dan sakit.

Keempat adalah MAZ, yang wafat saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya tersebut sempat dilaporkan bekerja selama tiga bulan tanpa libur.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Segel Kantor Dinas PUPR dan Dua Rumah di Pemalang
• 3 jam laludetik.com
thumb
Bank BSN Kuasai 23,4 Persen Pangsa Pasar Rumah Rakyat
• 11 jam lalurepublika.co.id
thumb
Survei Internasional Sebut Citra China Meningkat di Sejumlah Negara, Didorong Persepsi Positif terhadap Keterbukaan dan Kerja
• 9 jam lalupantau.com
thumb
Komisi I DPR dorong percepatan pembebasan empat WNI di Somalia
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Gelagat John Herdman Mau Rotasi Pemain Lawan Timor Leste di Piala AFF 2026
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.