JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai buka suara menanggapi polemik "Londo ireng" yang bermula dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara Harlah PKB pada Kamis (23/7/2026) lalu.
Bekas Komisioner Komnas HAM itu menyebut ucapan Prabowo tentang "Londo ireng" tidak dimaksudkan untuk menggeneneralisasi.
Menurut Pigai, ucapan "Londo ireng" yang diucapkan Prabowo tidak dimaksudkan untuk wartawan secara keseluruhan. Namun, ucapan ini disebutnya tentang orang yang membela kepentingan asing tanpa memedulikan latar belakang profesional.
Baca Juga: Qodari Bela Prabowo soal Londo Ireng: Mari Kita Lihat Rangkaian Pidato Presiden
"Gini, gini, gini, saya kasih tahu, 'Londo ireng' itu maksudnya orang yang membantu orang asing, untuk mengkhianati negaranya, bukan disebut wartawan," kata Pigai dalam siaran KompasTV, Rabu (29/7).
"Yang ada mungkin ada satu atau dua wartawan. Mungkin juga ada pegawai negeri sipil, ada juga mungkin menteri. Jangan salah, lho."
Pigai menambahkan, Prabowo memberi salam untuk wartawan secara keseluruhan. Sambil melihat ponselnya, Pigai mengatakan Prabowo bilang "I love you."
"Barusan Pak Prabowo dari Istana sampaikan, 'I love you' untuk wartawan. Pak Prabowo sampaikan salam untuk wartawan semuanya," kata Pigai.
Lebih lanjut, Pigai mengeklaim kontroversi "Londo ireng" berawal dari media. Menurutnya, terdapat media yang salah tulis sehingga memicu polemik "Londo ireng".
"Jadi yang menyatakan wartawan itu adalah sebuah media besar. Media teman kita juga, dia salah menulis judulnya itu," kata Pigai.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- natalius pigai
- londo ireng
- kontroversi londo ireng
- prabowo subianto
- prabowo londo ireng





