Jumpa SEMALAM Jadi Ajang Kumpul Para Seniman Makassar, Ikhtiar Merawat Seni di Kota Daeng

terkini.id
3 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Tidak ada panggung megah, tata cahaya yang berlebihan, atau deretan kursi berlapis karpet. Selasa (28/7/2026) malam di Rumah Kecil Antang justru menghadirkan sesuatu yang lebih sederhana: sekelompok seniman yang berkumpul untuk berbagi karya, gagasan, dan harapan tentang masa depan kebudayaan di Kota Makassar.

Malam itu menjadi penanda dimulainya Jumpa SEMALAM (Selasa Malam), sebuah ruang ekspresi seni yang diinisiasi Sanggar Merah Putih Makassar (SMPM). Forum tersebut dirancang sebagai agenda bulanan yang mempertemukan berbagai disiplin seni—musik, sastra, teater, hingga karya-karya yang masih berada dalam proses penciptaan—dalam suasana yang akrab dan terbuka.

Direktur Eksekutif SMPM, Ale Deep, mengatakan Jumpa SEMALAM lahir dari keyakinan bahwa kota yang terus bertumbuh membutuhkan ruang-ruang kebudayaan yang hidup. Menurutnya, perkembangan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari seberapa banyak ruang yang memberi kesempatan kepada warganya untuk berkarya, berdialog, dan saling belajar.

“Jumpa SEMALAM adalah ikhtiar kecil kami untuk ikut merawat kehidupan seni di Makassar. Kami ingin ruang ini menjadi tempat bertemunya karya, gagasan, dan orang-orang yang percaya bahwa kebudayaan merupakan bagian penting dari pembangunan kota,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, SMPM telah mengundang Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Kota Makassar untuk menghadiri peluncuran perdana Jumpa SEMALAM. Namun hingga kegiatan berlangsung, kedua instansi tersebut tidak hadir maupun memberikan tanggapan atas undangan yang telah disampaikan.

“Kami berharap ke depan ruang-ruang seni yang tumbuh dari komunitas juga mendapat perhatian. Komunitas seperti inilah yang selama ini terus bergerak meski dengan sumber daya yang terbatas,” katanya.

Tidak hanya menjadi panggung pertunjukan, Jumpa SEMALAM juga membuka ruang percakapan. Di sela-sela penampilan, para seniman mendiskusikan berbagai persoalan, mulai dari proses kreatif, gagasan artistik, hubungan seni dengan isu sosial-politik, hingga kemungkinan seni berkontribusi terhadap pembangunan kota dan kampanye lingkungan.

Direktur Artistik SMPM, Irwan AR, menyebut forum tersebut memang tidak disiapkan untuk menghasilkan keputusan-keputusan formal. Baginya, seni justru membutuhkan ruang yang memungkinkan gagasan berkembang secara bebas.

“Percakapannya serius, tetapi santai. Santai, tetapi tetap serius. Kami tidak sedang mencari kesimpulan final. Yang kami harapkan adalah setiap orang pulang membawa satu renungan, satu pertanyaan baru, atau bahkan satu keberanian untuk mulai berkarya,” kata Irwan.

Dalam sesi diskusi, mantan Ketua Sanggar Merah Putih Makassar yang kini menjabat anggota DPRD Kota Makassar, Andi Makmur Burhanuddin, mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lahirnya forum tersebut.

Ia mengatakan ide Jumpa SEMALAM muncul dari kebiasaan berkumpul setiap Selasa malam bersama Adi Rucil dan sejumlah seniman di Rumah Kecil Antang.

Menurutnya, kebiasaan sederhana itu kemudian berkembang menjadi gagasan menghadirkan ruang ekspresi yang dapat dinikmati lebih banyak orang.

“Sebagai mantan ketua Sanggar Merah Putih, saya merasa masih memiliki banyak pekerjaan yang belum selesai. Sekarang, melalui posisi saya sebagai legislator, saya berharap dapat menjadi jembatan antara seniman dan pemerintah, bukan hanya bagi Sanggar Merah Putih tetapi bagi seluruh masyarakat kesenian di Makassar,” ujarnya.

Ketua Dewan Kesenian Sulawesi Selatan, Dr. Arifin Manggau, turut menyampaikan apresiasi terhadap lahirnya Jumpa SEMALAM. Ia mengenang kedekatannya dengan Sanggar Merah Putih sejak masih menjadi siswa SMKI Gowa dan menilai forum seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan ekosistem seni di daerah.

“Komunitas adalah tempat lahirnya banyak gagasan besar. Yang penting adalah menjaga konsistensinya,” katanya.

Sejumlah seniman juga memanfaatkan forum tersebut untuk berbagi gagasan mengenai proyek artistik “Rumah Ingatan”.

Asia Ramli Prapanca berbicara tentang pentingnya akar budaya sebagai sumber penciptaan karya. Bahar Merdhu mengusulkan agar pertunjukan nantinya melibatkan warga sekitar sehingga seni dapat memberi dampak sosial dan ekonomi. Yudistira menawarkan kemungkinan pengembangan ruang virtual, sementara komposer Maskur Alief Dg Esa membayangkan seluruh kawasan Rumah Kecil sebagai lanskap bunyi yang melibatkan rumah-rumah warga dan lingkungan sekitar.

Malam pembukaan Jumpa SEMALAM turut diisi penampilan musisi indie Evan Survival, pembacaan puisi Irwan AR, Bahar Merdhu, Moch Hasymi Ibrahim, serta Sanggar Seni dan Budaya Esa UIN Alauddin Makassar yang mengangkat isu kekerasan seksual terhadap perempuan.

Acara ditutup dengan komposisi musik seruling dan violin karya Maskur Alief Dg Esa selama hampir dua puluh menit. Eksplorasi bunyi yang memadukan tradisi, mistisisme, dan pendekatan musik klasik itu membuat suasana Rumah Kecil Antang berubah hening.

Di penghujung pertunjukan, maestro seni Asia Ramli Prapanca membacakan dua puisi terbarunya, masing-masing tentang Syekh Yusuf dan Rumah Kecil, menutup malam dengan atmosfer yang puitik sekaligus reflektif.

Bagi Sanggar Merah Putih Makassar, Jumpa SEMALAM bukan sekadar sebuah acara. Ia adalah ajakan untuk kembali percaya bahwa kebudayaan selalu dimulai dari pertemuan-pertemuan kecil. Dari sebuah rumah sederhana, percakapan yang hangat, dan orang-orang yang memilih tetap berkarya meski belum tentu menjadi pusat perhatian.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sinopsis WAJAH CINTA YANG LAIN SCTV Episode 24, Hari Ini Selasa 28 Juli 2026: Ariana Diapit Bima dan Davin, Momen Konferensi Pers Penuh Ketegangan
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
BPK Kaltim Memfasilitasi Pameran Tunggal Maestro Cadio Tarompo untuk Dukung Pelestarian Seni Rupa
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Pria yang Tewas Usai Diduga Mencuri Ayam di Tabanan, Ternyata Seorang Residivis
• 23 jam lalucumicumi.com
thumb
Belum Seminggu Menjabat jadi Ketua BGN, Sudaryono Sudah Tutup Ratusan Dapur MBG
• 22 jam lalucumicumi.com
thumb
Foto: Jepang Diguncang Gempa 7,1 M, 50 Orang Luka, Mal Rusak-Listrik Padam
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.