Menkes: Kalau MBG Baik, Banyak Masalah Kesehatan Bisa Selesai

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan, progam Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.

Pasalnya, kekurangan gizi merupakan salah satu masalah besar dalam dunia kesehatan di Indonesia, sehinga program MBG yang berjalan dengan baik dapat menyelesaikan sejumlah masalah kesehatan.

"Di mata Kementerian Kesehatan, masalah gizi adalah salah satu masalah kesehatan. Jadi kalau rogram ini baik, banyak sekali masalah kesehatan yang bisa selesai," kata Budi dalam jumpa pers di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Kemenkes-BGN Segera Temui Ahli Gizi Terkemuka, Bahas Perbaikan MBG

Budi menuturkan, berdasarkan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2024, 1,5 juta sampel dari empat desil terbawah mengalami kekurangan gizi.

"Kalau 1 desil tu 10 persen (dari penduduk Indonesia) 28 juta (orang), 4 desil, 100 juta masyarakat Indonesia, (berdasarkan) data Susenas kita terakhir, kekurangan gizi. Jadi 28 kali 4, 100 juta lebih," ujar Budi.

Ia melanjutkan, angka prevalensi stunting di Indonesia juga masih cukup tinggi yakni sedikit di bawah 20 persen.

Budi menekankan, para penderita stunting itu juga memerlukan gizi cukup karena kekurangan gizi akan berpengaruh ke hidup mereka kelak.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Ingatkan SPPG, Kualitas Gizi Jadi Tolak Ukur MBG

Selain itu, hasil Cek Kesehatan Gratis juga menunjukkan bahwa masih sebagian besar anak di bawah usia Sekolah Menengah Atas (SMA) kekurangan gizi.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Budi menyebutkan, hanya anak-anak berusia SMA dan dewasa di perkotaan yang tercatat punya gizi cukup.

"Oleh karena itu, saya tekankan program ini sangat bagus di mata Menteri Kesehatan, program Bapak Presiden ini sangat bagus, kita mengakui bersama Kepala BGN bahwa ada kekurangan implementasinya," kata Budi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Gowa Siapkan Lahan 8 Hektare untuk Proyek Pengolahan Sampah Modern Senilai Rp1,3 Triliun
• 20 jam laluterkini.id
thumb
El Nino Berpeluang Sangat Kuat, Ini Wilayah Alami Puncak Musim Kemarau Agustus 2026
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Video: Korban Meninggal Akibat Gempa Jepang Bertambah Jadi 13 Orang
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
KSP Tegaskan Tata Kelola Ekspor Harus Segera Dibenahi
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Angela Tanoesoedibjo Ajak Kader Contoh Kegigihan Erling Haaland dan Timnas Norwegia
• 3 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.