AI hingga Data Center Bikin Prospek Timah Makin Cerah, TINS Bidik Momentum Semester II

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Timah (Persero) Tbk (TINS) optimistis prospek industri timah global tetap positif pada semester II 2026. 

Permintaan logam timah diperkirakan terus meningkat seiring ekspansi industri semikonduktor, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), pusat data (data center), kendaraan listrik, sistem penyimpanan energi, hingga infrastruktur kelistrikan.  

Perseroan menyebut transformasi digital dan transisi energi global semakin memperkuat posisi timah sebagai bahan baku strategis bagi berbagai teknologi modern. 

Sekitar 50% konsumsi timah dunia masih berasal dari industri solder yang digunakan pada sektor elektronik dan semikonduktor. 

Di sisi lain, pasar timah global masih berada dalam kondisi defisit pasokan. Berdasarkan CRU Tin Monitor, produksi logam timah dunia pada semester I 2026 tercatat sebesar 173.536 ton, sedangkan konsumsi mencapai 179.256 ton. 

Kondisi tersebut diperkirakan menjadi penopang prospek industri timah pada paruh kedua tahun ini. 

Kondisi pasar yang masih kondusif turut tercermin dari kenaikan harga timah di London Metal Exchange (LME). 

Sepanjang semester I 2026, harga rata-rata logam timah mencapai US$50.319,19 per metrik ton atau meningkat 56,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$32.115,77 per metrik ton. 

Untuk menangkap peluang tersebut, TINS terus memperkuat kegiatan eksplorasi di wilayah darat maupun laut guna menjaga keberlanjutan sumber daya. 

Baca Juga: Transaksi Olein di JFX Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ekspor Ikut Menguat

Baca Juga: 28 Tahun Menanti, Tambang Seng dan Timah Hitam di Sumut Segera Berproduksi

Hingga semester I 2026, perseroan mencatat sumber daya timah sebesar 798 ribu ton dan cadangan sebesar 312 ribu ton sebagai fondasi pengembangan usaha jangka panjang. 

Direktur Utama PT Timah (Persero) Tbk, Restu Widiyantoro l, mengatakan perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis agar mampu mempertahankan pertumbuhan di tengah dinamika industri global.

"Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental usaha melalui kegiatan eksplorasi yang berkelanjutan, penguatan tata kelola pertambangan, serta peningkatan efisiensi operasional," tutup Restu dalam keterangan resmi, Rabu (29/7/2026)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AI Masuk Subsektor Ekonomi Kreatif, Pemerintah Siapkan Aturan Pemanfaatannya
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Kejati Tetapkan Pejabat ESDM Jatim Tersangka Pungli Perizinan Rp 1,3 M
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Perbandingan Ranking FIFA Timnas Indonesia Vs Timor Leste Jelang Bentrok di Piala AFF 2026: Bak Bumi dan Langit
• 4 jam lalubola.com
thumb
Prabowo: Semua Pakar Ramal Ekonomi Indonesia 25 Tahun Lagi di Atas Prancis-Jerman
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Kematian Sutrimo Dikaitkan dengan Febrie Adriansyah, Apa yang Masih Diselidiki Polisi?
• 8 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.