Jakarta (ANTARA) - Masyarakat semakin memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai pilihan transportasi untuk beraktivitas sehari-hari. Hal tersebut tercermin dari jumlah pengguna pada Semester I 2026 yang mencapai 16.018.911 pengguna atau meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah turun dari LRT Jabodebek, banyak pengguna melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain, seperti KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, maupun transportasi online lainnya.
Namun demikian, masih terdapat pengguna yang belum mengetahui bahwa informasi perjalanan moda lanjutan tersebut telah tersedia melalui petunjuk arah dan layar informasi di sejumlah stasiun LRT Jabodebek, baik yang memiliki integrasi antarmoda atau langsung terhubung dengan pusat aktivitas perkantoran maupun destinasi wisata. Adanya petunjuk ini, dapat memudahkan pengguna untuk mengetahui informasi maupun arah ketika akan beralih ke moda transportasi lanjutan, sehingga tidak perlu membuka beberapa aplikasi maupun mencari informasi secara terpisah.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa informasi perjalanan merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang lebih nyaman. Selain itu, juga bermanfaat bagi pengguna baru saat akan melakukan mobilitasnya sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien.
"Banyak pengguna LRT Jabodebek yang melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Petunjuk informasi maupun layar informasi yang tersedia di stasiun LRT Jabodebek dapat dimanfaatkan untuk mengetahui arah menuju transportasi lanjutan maupun lokasi pusat aktivitas serta pusat keramaian yang terletak dekat dengan stasiun LRT Jabodebek,” ucapnya.
Adapun, petunjuk arah dan layar informasi yang tersedia telah menampilkan berbagai moda transportasi yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek, seperti KA Commuterline, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, serta informasi titik penjemputan transportasi daring. Seluruh informasi ditampilkan secara ringkas sehingga dapat membantu pengguna menentukan pilihan perjalanan berikutnya dalam waktu singkat.
Berdasarkan data semester 1 tahun 2026, berikut data rata-rata pengguna setiap bulan di stasiun LRT Jabodebek dengan integrasi antarmoda maupun dekat dengan pusat aktivitas masyarakat :
Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
Tap in : 409.347
Tap out : 357.099
Pancoran
Tap in : 155.827
Tap out : 232.215
Cawang
Tap in : 132.725
Tap out : 112.424
Cikoko
Tap in : 219.299
Tap out : 217.884
Bekasi Barat
Tap in : 154.776
Tap out : 166.039
TMII
Tap in : 106.080
Tap out : 97.141
Halim
Tap in : 41.104
Tap out : 35.442
"Perjalanan pengguna tidak berhenti ketika turun dari LRT Jabodebek. Namun, kemudahan memperoleh informasi untuk melanjutkan perjalanan juga menjadi bagian penting dari pelayanan transportasi publik, sehingga perpindahan antarmoda dapat dilakukan dengan lebih praktis,” tambahnya.
Selain menjaga keandalan operasional, LRT Jabodebek juga terus berupaya memastikan setiap fasilitas pelayanan pengguna dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengguna dalam menjalankan mobilitas sehari-hari. Melalui pemanfaatan petunjuk arah dan layar informasi di stasiun, LRT Jabodebek berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan antarmoda dengan lebih mudah, menghemat waktu perpindahan, serta memanfaatkan transportasi publik secara lebih optimal.
Namun demikian, masih terdapat pengguna yang belum mengetahui bahwa informasi perjalanan moda lanjutan tersebut telah tersedia melalui petunjuk arah dan layar informasi di sejumlah stasiun LRT Jabodebek, baik yang memiliki integrasi antarmoda atau langsung terhubung dengan pusat aktivitas perkantoran maupun destinasi wisata. Adanya petunjuk ini, dapat memudahkan pengguna untuk mengetahui informasi maupun arah ketika akan beralih ke moda transportasi lanjutan, sehingga tidak perlu membuka beberapa aplikasi maupun mencari informasi secara terpisah.
Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa informasi perjalanan merupakan bagian penting dalam menciptakan pengalaman menggunakan transportasi publik yang lebih nyaman. Selain itu, juga bermanfaat bagi pengguna baru saat akan melakukan mobilitasnya sehingga dapat merencanakan perjalanan dengan lebih efisien.
"Banyak pengguna LRT Jabodebek yang melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain. Petunjuk informasi maupun layar informasi yang tersedia di stasiun LRT Jabodebek dapat dimanfaatkan untuk mengetahui arah menuju transportasi lanjutan maupun lokasi pusat aktivitas serta pusat keramaian yang terletak dekat dengan stasiun LRT Jabodebek,” ucapnya.
Adapun, petunjuk arah dan layar informasi yang tersedia telah menampilkan berbagai moda transportasi yang terintegrasi dengan LRT Jabodebek, seperti KA Commuterline, KA Bandara, Kereta Cepat Whoosh, MRT Jakarta, TransJakarta, serta informasi titik penjemputan transportasi daring. Seluruh informasi ditampilkan secara ringkas sehingga dapat membantu pengguna menentukan pilihan perjalanan berikutnya dalam waktu singkat.
Berdasarkan data semester 1 tahun 2026, berikut data rata-rata pengguna setiap bulan di stasiun LRT Jabodebek dengan integrasi antarmoda maupun dekat dengan pusat aktivitas masyarakat :
Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia
Tap in : 409.347
Tap out : 357.099
Pancoran
Tap in : 155.827
Tap out : 232.215
Cawang
Tap in : 132.725
Tap out : 112.424
Cikoko
Tap in : 219.299
Tap out : 217.884
Bekasi Barat
Tap in : 154.776
Tap out : 166.039
TMII
Tap in : 106.080
Tap out : 97.141
Halim
Tap in : 41.104
Tap out : 35.442
"Perjalanan pengguna tidak berhenti ketika turun dari LRT Jabodebek. Namun, kemudahan memperoleh informasi untuk melanjutkan perjalanan juga menjadi bagian penting dari pelayanan transportasi publik, sehingga perpindahan antarmoda dapat dilakukan dengan lebih praktis,” tambahnya.
Selain menjaga keandalan operasional, LRT Jabodebek juga terus berupaya memastikan setiap fasilitas pelayanan pengguna dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga memberikan manfaat nyata bagi pengguna dalam menjalankan mobilitas sehari-hari. Melalui pemanfaatan petunjuk arah dan layar informasi di stasiun, LRT Jabodebek berharap masyarakat dapat merencanakan perjalanan antarmoda dengan lebih mudah, menghemat waktu perpindahan, serta memanfaatkan transportasi publik secara lebih optimal.





