HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengoptimalkan penyaluran BBM subsidi jenis Biosolar untuk menjaga kelancaran distribusi logistik dan memenuhi kebutuhan masyarakat di Makassar. Langkah tersebut dilakukan dengan menambah pasokan Biosolar sebesar 10–15 persen dari penyaluran normal harian pada sejumlah SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi.
Selain menambah pasokan, Pertamina juga memperkuat pemantauan penyaluran di SPBU dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar distribusi energi tetap berjalan lancar. Upaya tersebut dilakukan sebagai antisipasi meningkatnya kebutuhan Biosolar di sejumlah wilayah.
Sales Branch Manager I Fuel Sulselbar Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Muhammad Yoga Prabowo, mengatakan penyaluran Biosolar terus dilakukan sesuai kuota yang ditetapkan regulator. Distribusi ke SPBU juga dioptimalkan berdasarkan tingkat kebutuhan di lapangan.
“Pertamina terus memaksimalkan penyaluran Biosolar sesuai kuota yang telah ditetapkan oleh BPH Migas. Untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan masyarakat, kami juga telah menambah pasokan Biosolar sekitar 10–15% dari penyaluran normal harian pada wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi. Selain itu, kami terus melakukan monitoring terhadap kondisi stok di SPBU dan memprioritaskan pengiriman ke SPBU dengan tingkat konsumsi yang tinggi agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal,” ujar Yoga, Rabu, 29 Juli 2026.
Ia menambahkan, stok Biosolar di Fuel Terminal maupun SPBU terus dipantau secara berkala. Pengisian kembali pasokan juga dilakukan secara berkesinambungan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah untuk menjaga keandalan distribusi.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, mengatakan berbagai langkah disiapkan untuk mengurai antrean kendaraan di SPBU. Pertamina juga menggandeng aparat kepolisian guna mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Pertamina telah menurunkan marshal di SPBU untuk membantu pengaturan antrean dan mempercepat pelayanan kepada konsumen. Kami juga terus berkoordinasi dengan Kepolisian untuk mendukung pengamanan serta penguraian antrean apabila terjadi kepadatan, sehingga aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik dapat tetap berjalan dengan baik,” jelas Lilik.
Menurutnya, Pertamina bersama Fuel Terminal, SPBU, dan aparat terkait terus melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi penyaluran di lapangan. Langkah tersebut mencakup pemetaan SPBU prioritas, penyesuaian distribusi, hingga percepatan pengiriman apabila terjadi lonjakan kebutuhan di wilayah tertentu.
Pertamina juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Masyarakat diminta menggunakan BBM subsidi sesuai peruntukan agar penyalurannya tetap tepat sasaran dan pasokan energi bagi masyarakat maupun sektor logistik tetap terjaga. (edo)





