BOGOR, KOMPAS.com - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim berencana menutup pelintasan sebidang di Jalan RE Martadinata, Kota Bogor, Jawa Barat.
Ia menilai penutupan itu akan dilakukan dengan cara memasang pagar, seperti yang telah diterapkan di pelintasan sebidang Jalan Sholeh Iskandar.
"Ya yang selanjutnya (penutupan pelintasan) nanti di Jalan Martadinata, di bawah Flyover Martadinata, kita akan lakukan pemagaran juga," kata Dedie saat ditemui di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Komplotan Pencuri Uang Rp 1,2 Miliar di Jakbar Residivis, Sudah Beraksi 20 Tahun
Selain di RE Martadinata, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan menutup pelintasan sebidang di Jalan MA Salmun.
Sebagai penggantinya, Pemkot Bogor akan membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang juga dapat digunakan pengendara sepeda motor untuk melintasi rel.
Saat ini, Pemkot Bogor tengah menyiapkan Detail Engineering Design (DED) untuk pembangunan fasilitas tersebut.
Menurut Dedie, penutupan pelintasan sebidang merupakan upaya pemerintah untuk mengurangi risiko kecelakaan di pelintasan kereta api.
"Jadi M.A. Salmun akan kita tutup total, tetapi kita coba untuk menyiapkan JPO dan jembatan penyeberangan untuk pemotor, ya. Jadi ini langkah yang kita ambil untuk mengantisipasi, meminimalisir terjadinya korban," ujar dia.
Sebelumnya diberitakan, pelintasan sebidang di Jalan MA Salmun, Kota Bogor, terpasang palang pintu kereta sejak Sabtu (20/6/2026).
Baca juga: SPPG di Ciputat Disatroni Maling Sebelum Beroperasi, 1.700 Ompreng hingga Genset Raib
Pantauan Kompas.com di lokasi, palang pintu kereta itu terpasang pada dua jalur dari arah Pasar Anyar menuju arah Merdeka maupun sebaliknya.
Pelintasan sebidang tersebut dijaga oleh dua orang petugas untuk menutup dan membuka palang pintu kereta di Jalan MA Salmun.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, pemasangan palang pintu sementara itu untuk memberikan keselatamatan.
"Kita pasang palang pintu sementara dan juga disiapkan petugas penjaganya untuk keselamatan perjalanan KA dan warga," kata Franoto saat dihubungi Kompas.com pada Senin.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang