Kekeringan di Jabar Meluas hingga 207 Desa, Puluhan Hektar Lahan Terbakar

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

BANDUNG, KOMPAS- Bencana kekeringan di Jawa Barat meningkat dari 194 desa menjadi 207 desa pada Rabu (29/7/2026). Sementara kebakaran lahan di wilayah yang terdampak sudah mencapai 61,86 hektar.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat hingga Rabu sore, terjadi 58 kejadian kebakaran yang tersebar di 47 kecamatan di 14 kabupaten dan kota. Total luasan lahan yang terbakar mencapai 61,86 hektar.

"Empat kabupaten dengan kejadian kebakaran terbanyak adalah Sumedang 10 kejadian, Majalengka 9 kejadian, dan Cirebon serta Bandung dengan 6 kejadian," kata Pranata hubungan masyarakat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar, Hadi Rahmat, di Bandung, Rabu sore.

Hadi memaparkan, jumlah desa yang terdampak kekeringan pada Rabu ini meningkat 194 desa menjadi 207 desa. Sebanyak 207 desa ini tersebar di 17 kabupaten dan kota di Jabar.

Daerah itu, antara lain, Bekasi, Bogor, Garut, Purwakarta, Tasikmalaya, Bandung Barat, Bandung, Kabupaten Sukabumi, Indramayu, Cianjur, Bogor, Banjar, Pangandaran, dan Ciamis.

”Sebanyak 214.381 jiwa yang terdampak dan mengalami krisis air bersih di 207 desa ini. Daerah terdampak paling besar adalah Kabupaten Bogor dengan 108.529 jiwa,” ujar Hadi.

Baca JugaKekeringan di Jawa Barat Semakin Meluas, Masyarakat Minta Bantuan Air Bersih

Hadi menuturkan, di daerah terdampak kekeringan, curah hujan sangat rendah, sedangkan tanah mengering dan retak. Sumber air di sumur ataupun area mata air pun berkurang. Kondisi tersebut berpotensi memicu gagal panen apabila tidak segera diatasi.

Ia mengatakan, BPBD Jabar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh pihak yang berwenang. Hal ini untuk mempercepat penanganan serta memastikan distribusi air berjalan merata.

"Untuk mengatasi kesulitan warga, BPBD Jabar telah menyalurkan bantuan air bersih ke semua desa terdampak. Total bantuan mencapai 4,2 juta liter air," tuturnya.

Sementara itu, lahan sawah di empat desa di Kecamatan Pebayuran terdampak kekeringan akibat pasokan air dari saluran irigasi yang tidak mengalir optimal. Kondisi tersebut terjadi karena adanya pendangkalan atau sedimentasi pada saluran irigasi, sehingga petani kesulitan mendapatkan suplai air untuk kebutuhan tanam padi

Dampak paling parah dirasakan petani di Desa Karangharja yang telah mengalami gagal tanam selama hampir tiga musim tanam padi. Kondisi serupa juga dirasakan petani di sejumlah wilayah lainnya, termasuk Desa Karangsegar.

Camat Pebayuran Hasyim Adnan Adha mengatakan, dampak kekeringan ini tidak hanya sangat merugikan petani. Sebab, luas lahan terdampak mencapai hampir separuh dari total luas sawah di wilayah tersebut.

"Dari total luas sawah di Kecamatan Pebayuran sekitar 6.800 hektar. Diperkirakan 2.000 hingga 3.000 hektar yang terdampak kekeringan  dan tidak bisa ditanami," ujarnya.

Solusi permanen

Hasyim berharap Pemerintah Kabupaten Bekasi, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), serta pihak terkait lainnya dapat segera mencari solusi permanen untuk mengatasi persoalan tersebut. Menurutnya, kewenangan pengelolaan saluran dan debit air perlu disinergikan agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.

"Penanganan masalah ini sangat urgen karena menyangkut ketahanan pangan. Oleh karena itu, diharapkan segera ada solusi penanganan secara tuntas agar ke depan petani bisa kembali menanam dan memanen dengan baik," ujarnya.

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di Balai Kota Bandung pada Rabu sore mengatakan, salah satu faktor pemicu kekeringan di Jabar ialah masalah infrastruktur irigasi. Menurutnya, anggaran untuk penyediaan infrastruktur idealnya harus ditingkatkan.

“Khusus untuk pertanian, kami akan mendorong mesin pompa. Sementara untuk penyediaan air bersih, para kepala daerah telah turun untuk menyalurkan bantuan air kepada masyarakat,” katanya.

Baca JugaJabar Kekeringan, 205.567 Warga Krisis Air Bersih


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lowongan Kerja Indomarco Terbaru Juli 2026, Buka untuk Lulusan SMA/SMK, D3, hingga S1
• 12 jam lalukompas.tv
thumb
Iran Tuntut Ganti Rugi dari Ukraina Usai Kapal Diserang di Laut Kaspia
• 11 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Misteri Tewasnya Sutrimo, Kompolnas Minta Polda Metro Ungkap Secara Transparan
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Ekspor Mineral Tersandera LTJ: 120 Laporan Surveyor Belum Terbit
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Hati-Hati Timnas Indonesia, Singapura Berpeluang Jadi Tim Pertama Grup A yang Lolos ke Semifinal Piala AFF 2026
• 1 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.