JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman menegaskan bahwa Komponen Cadangan (Komcad) bukanlah wajib militer.
Dudung menyebut Komcad merupakan wujud pengabdian kepada negara secara sukarela.
"Kita sering mendengar tentang Komponen Cadangan atau Komcad. Namun di ruang publik masih ada keraguan, masih ada yang bertanya apakah Komcad sama dengan wajib militer? Hari ini saya ingin menegaskan, Komcad bukanlah wajib militer. Komcad adalah wujud pengabdian kepada negara yang bersifat sepenuhnya sukarela," ujar Dudung dalam Instagram resmi KSP, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Dudung: RI Punya 350 Ribu Ton Rare Earth Oxides tapi Dampak Belum Terlihat
Dudung menjelaskan, sejak dibentuk pada tahun 2021, program Komcad terus berkembang sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara.
Hingga tahun 2026, kata dia, Komcad terus berkembang dan memperkuat partisipasi masyarakat dalam sistem pertahanan negara.
"Pemerintah tidak hanya melatih masyarakat umum dari matra darat, laut, dan udara, tetapi juga memperluas pelatihan bagi ribuan aparatur sipil negara. Mengapa ini penting? Karena pertahanan modern bukan lagi sekadar urusan angkat senjata oleh TNI. Pertahanan juga ditentukan oleh ketangguhan pangan, ekonomi, kedisiplinan, serta semangat gotong royong seluruh elemen bangsa," tegas eks KSAD TNI ini.
Baca juga: Dudung Sentil Aparat: Jangan Menghambat Ekspor kalau Tak Ada yang Dilanggar
Dudung menyampaikan, jika ada yang ingin bergabung Komcad, maka mereka tidak perlu khawatir kehilangan pekerjaan.
Apalagi, pelatihan Komcad berlangsung dalam waktu yang relatif singkat, yakni 45 hari hingga 3 bulan.
"Negara juga menjamin kebutuhan selama pelatihan termasuk jaminan kesehatan peserta. Setelah lulus, peserta kembali menjalankan profesinya masing-masing, menjadi guru, pelaku usaha, pengemudi, pegawai swasta, aparatur sipil negara, maupun mahasiswa. Peserta Komcad juga bukan prajurit aktif. Mereka hanya dapat dimobilisasi oleh Presiden dengan persetujuan DPR apabila negara benar-benar menghadapi keadaan darurat perang sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," jelas Dudung.
Baca juga: Dudung soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Main Hakim Sendiri Bukan Budaya Kita
Sementara itu, Dudung menyebut, pertahanan terbaik sebuah bangsa terletak pada rasa memiliki dari rakyat terhadap negaranya.
Dia pun mengajak semua pihak Komcad sebagai salah satu wujud semangat bela negara demi menjaga perdamaian, kedaulatan, dan keutuhan NKRI.
"Saya berharap dari setiap sudut desa dan kota, lahir generasi-generasi tangguh yang siap menjaga Indonesia hari ini, esok, dan selamanya," imbuhnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




