Dokter Anak hingga Ahli Gizi Berpeluang Masuk Dewan Pengawas BGN, Pantau MBG

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membuka peluang tenaga profesional di bidang kesehatan dan gizi masuk dalam Dewan Pengawas BGN.

Mereka diharapkan dapat memperkuat pengawasan dan memberi masukan terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono mengatakan, pihaknya ingin Dewan Pengawas BGN diisi oleh orang-orang yang kompeten dan memiliki keahlian sesuai kebutuhan program.

“Kita ingin diawasi oleh orang-orang kompeten. Salah satunya kami ingin mengusulkan nanti beberapa ahli gizi, kemudian ada dokter anak, dokter gizi, dokter kandungan,” ucap Sudaryono dalam sambutannya di acara peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Selain tenaga kesehatan dan ahli gizi, Sudaryono menyebut pihaknya juga membuka ruang bagi profesi lain, seperti chef untuk memberikan masukan. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar pelaksanaan program MBG dapat terus diperbaiki.

Ia menambahkan, BGN telah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk melakukan kajian bersama para ahli gizi. Kajian tersebut akan membahas sejumlah hal, termasuk persoalan stunting, menu makanan, kandungan gizi hingga metode intervensi yang tepat di daerah dengan prevalensi stunting tinggi.

“Kami sangat ingin mendengar dan ingin melibatkan banyak pihak, khususnya kami tadi sudah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan untuk kita melakukan satu kajian bersama dengan ahli-ahli gizi yang terbaik di seluruh Indonesia," ujarnya.

Lebih lanjut, keterlibatan para ahli bukan hanya agar MBG berorientasi pada pemberian makanan, tetapi juga menghasilkan dampak terhadap manfaat kondisi kesehatan penerima manfaat.

Ia menambahkan, keberhasilan program harus dilihat melalui tiga aspek, yakni output, outcome, dan impact. Output berkaitan dengan kualitas dan kandungan makanan yang diberikan, outcome menyangkut perubahan kondisi kesehatan penerima manfaat, sedangkan impact melihat dampak jangka panjang, termasuk terhadap kemampuan akademik dan daya saing anak.

"BGN ini namanya Badan Gizi Nasional, bukan Badan Makan Nasional. Jadi ngasih makan itu adalah sarana ngasih gizi, intinya ada pada gizi,” kata Sudaryono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS dan Arab Saudi Lancarkan Serangan ke Irak, Tewaskan Setidaknya 20 Orang
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Dua Kasus yang Melibatkan Husniah Talenrang Sedang Digarap Polda Sulsel Bersamaan
• 56 menit laluterkini.id
thumb
Hiburan Murah Kaum Pinggiran
• 14 jam lalukompas.id
thumb
Pemprov DKI Targetkan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Beroperasi pada Agustus 2026
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Pemerintah Tegaskan Impor Minyak Rusia Berlanjut Lewat Skema G2G untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
• 18 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.