Dokter Internship Tewas Diduga Loncat dari Lantai 18 Apartemen, Sebelumnya Sempat Menolak Diajak Pergi

grid.id
1 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Seorang dokter internship tewas diduga loncat dari lantai 18 Apartemen Kalibata City. Sebelumnya, dokter itu sempat menolak diajak pergi sang ibu.

Seorang dokter berinisial SZM (25) ditemukan tewas usai jatuh dari lantai 18 Apartemen Kalibata City, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Minggu (26/7/2026). Korban diduga menghabisi nyawanya sendiri dengan melompat dari jendela unit apartemennya.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur membenarkan kabar duka ini. Mansur juga mengungkap bahwa korban tinggal di apartemen tersebut bersama ibunya.

"Betul, ada yang loncat sekitar jam 14.13 kalau nggak salah. Kejadian kemarin ya," kata Mansur terkait dokter internship tewas diduga loncat dari lantai 18 apartemen, dikutip dari Tribun Jakarta.

Tinggal berdua bersama sang ibu, terungkap momen terakhir jelang peristiwa tragis yang menimpa dokter muda tersebut. SZM rupanya sempat menolak ajakan ibunya untuk pergi ke mall.

SZM memilih tinggal sendiri di dalam unit apartemennya. Namun nahas, sesaat setelah ditinggal pergi, peristiwa tak terduga terjadi.

"Dia berdua ama ibunya. Tadinya diajak ibunya ke mall, dia nggak mau. Dia milih berdiam di unit," ungkap Kapolsek.

Tak lama setelah ibu korban pergi, sekuriti yang bertugas di apartemen tersebut tiba-tiba mendengar suara benda terjatuh dari lantai atas. Saat dicek, terlihat seorang perempuan muda yang sudah tergeletak tak bernyawa.

"Dari sekuriti itu dengar ada semacam benda jatuh. Suaranya ketahuan kan dari ketinggian (lantai) 18, mungkin ininya keras sekali kan. Ditengoklah ke samping, ternyata betul ada salah seorang yang geletak," terang Mansur.

Dari penyelidikan awal, polisi menduga korban melompat dari jendela apartemen. Selain itu, tidak ditemukan ada tanda-tanda keberadaan orang lain di dalam unit apartemen tersebut saat peristiwa terjadi.

"Enggak ada (orang lain), dia lompatnya dari jendela, dia sendirian di sana," lanjut Mansur.

 

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki penyebab pasti kematian korban. Polisi juga telah memeriksa keterangan dari sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP) dan menunggu hasil visum korban.

"Kalau penyebab saat ini sedang dalam lidik, namun kita dapat informasi menurut keterangan sekitar sana bahwa mereka suka ada rasa ketakutan," kata Mansur.

Sosok Korban

Terungkap sosok dokter internship yang tewas di Apartemen Kalibata City ini. Korban SZM adalah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan.

Korban adalah mahasiswa angkatan 2019 dan lulus pada 2022 lalu. Almarhum membuat penelitian skripsi di RS Wahidin Sudirohusodo dengan judul Faktor Penyebab Kejadian Infertilitas Primer pada Wanita di RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Periode Tahun 2015-2017.

Setelah lulus, SZM langsung melanjutkan pendidikan profesi pada tahun 2023 dan lulus pada Semester Ganjil 2025/2026. Saat ini, SZM tengah menjalani Program Internship Dokter Indonesia di RS Sentra Medika Cisalak, Depok, Jawa Barat.

Kemenkes Bentuk Tim Investigasi

Terkait kasus dokter internship tewas diduga loncat dari lantai 18 apartemen, Kemenkes telah membentuk tim investigasi. Pihak Kemenkes menyatakan telah berkoordinasi dengan Kepolisian, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI), Komite Internsihp Kedokteran Indonesia (KIKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pemerintah daerah, wahana internship, serta pihak terkait untuk melakukan investigasi secara menyeluruh.

Pemerintah berkomitmen untuk mengungkap seluruh fakta dan kronologi secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan. Investigasi ini ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari.

"Kami berkomitmen memastikan seluruh fakta dan kronologi kejadian terungkap secara utuh sebelum menyampaikan kesimpulan. Hasil investigasi ditargetkan selesai dalam waktu tiga hingga empat hari,"tulis Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman pada keterangannya, Senin (27/7/2026).

Lebih lanjut, Kemenkes meminta seluruh pihak untuk menghormati proses investigasi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab peristiwa ini sebelum hasil pemeriksaan resmi diumumkan.

 

Kemenkes Atur Jam Kerja Dokter Magang

Sebelumnya, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Aji Muhawarman menegaskan bahwa pihaknya telah menetapkan aturan jam kerja dokter magang (internsip) maksimal 40 jam per minggu.

Aturan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/594/2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Internsip Dokter dan Dokter Gigi Indonesia yang diterbitkan Kemenkes pada 8 Juni 2026.

"Keputusan tersebut berisikan perbaikan tata kelola Internsip, mulai dari pembatasan jam kerja, pengaturan libur, ketentuan izin serta penguatan pendampingan praktik dan pelindungan peserta," kata Aji dalam keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com.

Dalam aturan kerja di bangsal atau poli diterapkan pola lima hari kerja, yakni delapan jam perhari atau 40 jam per minggu, tidak termasuk jam istirahat.

Kemudian untuk pola enam hari kerja, jam kerja dilaksanakan selama 6-7 jam per hari atau 40 jam per minggu, tidak termasuk jam istirahat.

Sementara untuk jam kerja IGD terbagi dalam tiga shift jaga sesuai ketentuan wahana dengan pengaturan jadwal kerja Peserta dalam satu minggu dapat lebih dari 40 jam, namun dalam empat minggu tidak melebihi 160 jam kerja. Setelah jaga malam, peserta mendapatkan libur pada hari tersebut. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serikat Sopir Audiensi ke Dishub, Operasional Trans Jatim Koridor 2 Malang Berpotensi Mundur
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pesan Presiden Prabowo Kepada Pamong Praja Muda IPDN: Harus Utamakan Kepentingan Rakyat
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
KAI dan BRIN Jalin Kolaborasi Pengembangan Teknologi ATP untuk Perkuat Keselamatan Perkeretaapian Nasional
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Progres Proyek Galian Saluran Air di Joglo Jakbar Capai 60 Persen
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Perlinsos digital, Surabaya jaring 51 ribu KK penerima bansos baru
• 21 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.