PSIM Jogja resmi memperkenalkan penyerang asal Spanyol Adrian Dalmau untuk memperkuat lini depan Laskar Mataram pada Super League 2026/2027.
Bomber berusia 32 tahun itu datang dengan pengalaman panjang berkarier di kompetisi Eropa, mulai dari Spanyol, Belanda, hingga Polandia.
Dalmau lahir di Palma de Mallorca pada 23 Maret 1994. Ia mengawali karier sepak bolanya di akademi Real Madrid sebelum melanjutkan pembinaan di akademi Rayo Vallecano.
Riwayat Karier dan Pencapaian Adrian Dalmau
Karier profesionalnya kemudian membawanya memperkuat sejumlah klub seperti San Sebastián de los Reyes, AD Alcorcón B, Heracles Almelo, FC Utrecht, Sparta Rotterdam, Korona Kielce, hingga Piast Gliwice.
Musim terbaik Dalmau datang saat membela Heracles Almelo pada Eredivisie 2018/2019. Saat itu ia mencetak 19 gol dan finis sebagai pencetak gol terbanyak ketiga kompetisi. Catatan tersebut hanya kalah dari Dusan Tadic (Ajax Amsterdam) dan Luuk de Jong (PSV Eindhoven) yang sama-sama mengoleksi 28 gol.
Dalmau juga mampu mengungguli sejumlah nama besar seperti Hakim Ziyech, Hirving Lozano, Robin van Persie, dan Klaas-Jan Huntelaar.
Harapan PSIM Jogja untuk Adrian Dalmau
Manajer PSIM Jogja Iksan Mahar mengatakan perekrutan Dalmau merupakan bagian dari upaya melengkapi kebutuhan taktik pelatih kepala Jean-Paul van Gastel yang musim lalu masih membutuhkan sosok penyerang tajam.
"Kami menyambut kehadiran penyerang baru asal Spanyol, Adrian Dalmau. Besar harapan kami Dalmau bisa menjadi pelengkap puzzle taktik pelatih kepala JP (Jean-Paul) yang kekurangan striker tajam dan klinis pada musim lalu," kata Iksan dalam keterangan resmi klub, Selasa (28/7).
Menurut Iksan, tantangan terbesar Dalmau adalah beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia. Sebab, PSIM menjadi klub pertama yang dibela pemain kelahiran Mallorca tersebut di luar Eropa.
"Tantangan Dalmau tentu beradaptasi cepat dengan iklim sepak bola. Apalagi PSIM adalah tim pertama dia di luar Eropa," ujarnya.
Meski demikian, manajemen optimistis pengalaman Dalmau di kompetisi Eropa akan membantu meningkatkan kualitas lini depan PSIM musim ini.
"Terlepas dari masalah adaptasi, kami sangat percaya dengan kualitas Dalmau sebagai juru gedor baru tim. Itu pula yang menjadi dasar JP berminat untuk menggunakan jasanya di musim ini," lanjut Iksan.
Optimisme dan Target Adrian Dalmau
Sementara itu, Dalmau mengaku antusias memulai petualangan pertamanya di Asia bersama PSIM. Mantan penyerang FC Utrecht itu menegaskan fokus utamanya adalah beradaptasi secepat mungkin dengan tim dan kompetisi di Indonesia sebelum membuktikan kualitasnya di lapangan.
"Target utama saya adalah menunjukkan kualitas saya sebagai pemain dan membuktikan bahwa saya adalah pemain yang bisa mencetak banyak gol untuk klub. Saya ingin membantu tim untuk mencapai level berikutnya di liga ini," ujar Dalmau.
Penyerang setinggi 180 cm itu berharap produktivitas golnya dapat membantu Laskar Mataram bersaing di Super League. Ia juga menegaskan datang ke Yogyakarta dengan target membawa PSIM meraih kemenangan.
“Saya ingin membantu tim untuk mencapai level berikutnya di liga ini. Jadi, target utama saya adalah beradaptasi, mencetak banyak gol, dan saya datang ke sini untuk memenangkan pertandingan bagi PSIM," pungkasnya.





