JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudinakertransgi) Jakarta Timur akan membantu Apni Nelya (37), yang akrab disapa Evi, untuk mendapatkan pekerjaan.
Diketahui, Evi merupakan penyintas autoimun yang sempat mencari kerja di Timur Career Fest dan Bazaar yang digelar di GOR Ciracas, Selasa (28/7/2026).
"Sudinakertransgi akan berkoordinasi dengan perusahaan yang dilamar oleh pencari kerja (Evi). Sudinakertransgi akan berkoordinasi dengan Sudin Sosial terkait penanganan disabilitas," ucap Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: 4 Akses Ilegal di Pagar Rel Pondok Kopi Jaktim Ditutup Usai Jadi Jalur Tawuran
Munjirin menjelaskan, dalam bursa kerja tersebut Evi melamar ke sejumlah perusahaan. Namun, ia mengalami kesulitan menggunakan aplikasi Karir Jakarta karena belum memahami penggunaan teknologi serta persyaratan yang dibutuhkan.
Karena itu, petugas mengarahkan Evi ke Unit Layanan Disabilitas (ULD) yang tersedia di lokasi job fair untuk mendapatkan pendampingan.
"(Evi) dibantu untuk apply lamaran di perusahaan PT. Toruan Indonesia Makmur, PT. Transportasi Jakarta, Alfamart, dan PT. BPR Kredit Mandiri Indonesia," jelas Munjirin.
Setelah dilakukan penelusuran, petugas juga menemukan bahwa Evi sebenarnya telah menerima panggilan wawancara melalui email pada 2 Juli 2026 dari hasil lamaran yang diajukan saat Job Fair GOR Senen.
Namun, panggilan tersebut tidak diketahui karena Evi belum terbiasa menggunakan email.
"Petugas Unit Layanan Disabilitas (ULD) sudah membantu Evi agar cek email berkala dan memberikan panduan cara mengecek akun KarirJakarta beserta emailnya," katanya.
Baca juga: Rumah Penitipan Abu Jenazah Potret Perubahan Tradisi Kematian di Kota Besar
Selain membantu Evi mendapatkan pekerjaan, Pemkot Jakarta Timur juga berencana memberikan pelatihan kewirausahaan di bidang pembuatan kue atau tata rias.
Evi juga akan memperoleh bantuan peralatan kerja setelah mengikuti pelatihan tersebut.
"Sudinakertransgi Jaktim menghubungi kembali Evi pada pagi ini Rabu 29 Juli 2026, namun tidak diangkat dan akan dihubungi kembali secara berkala untuk ditawarkan pelatihan kewirausahaan," ungkap Munjirin.
Sebelumnya diberitakan, di antara ribuan pencari kerja yang memenuhi GOR Ciracas, Jakarta Timur, Selasa (28/7/2026), langkah Apni Nelya (37) atau yang akrab disapa Evi tampak berbeda.
Dengan bantuan tongkat, Evi berjalan perlahan menyusuri stan-stan perusahaan yang membuka lowongan dalam acara Timur Career Fest dan Bazaar.
Di tangannya, ada sebuah map berisi dokumen lamaran kerja. Di sampingnya, seorang anak laki-laki berusia enam tahun terus menemani setiap langkahnya.
Baca juga: Ini Alasan Satpam Bundaran HI Tolak Tawaran Dedi Mulyadi Kerja di Gedung Sate
Hari itu, Evi datang membawa harapan sederhana: mendapatkan pekerjaan agar bisa kembali memenuhi kebutuhan hidup dan membesarkan anaknya.
Evi bukanlah seseorang yang baru mengenal dunia kerja. Sebelum kondisi kesehatannya menurun, ia pernah bekerja sebagai helper di sebuah perusahaan garmen di Depok, Jawa Barat, pada 2019.
Namun, kehidupannya berubah pada 2021. Penyakit autoimun yang dideritanya membuat kondisi tubuhnya menurun sehingga ia harus menjalani perawatan dan berhenti bekerja untuk sementara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




