Grid.ID - Menjelang HUT RI Ke-81, tentu masyarakat memiliki banyak ide lomba yang akan dilakukan. Salah satunya lomba gebug bantal. Namun, siapa sangka jika ada makna di dalamnya.
Ya, tradisi gebug bantal ini memang memiliki makna dan filosofi yang cukup dalam. Jelang HUT RI Ke-81, lomba ini bisa menjadi referensi kegiatan.
Dikutip dari Tribun-Video pada Rabu (29/7/2026), gebug bantal ini cukup mudah dilakukan. Panitia juga hanya perlu menyediakan tempat seperti kolam.
Lalu, di atasnya, diberi sebatang bambu atau kayu untuk peserta duduk. Para peserta juga membawa bantal untuk senjata perang mereka.
Lomba ini memiliki cara main yang cukup mudah. Pemain hanya perlu memukul lawan menggunakan bantal hingga terjatuh ke kolam atau sungai.
Namun, peserta juga harus berpegangan kuat agar tidak jatuh dari bambu yang mereka duduki. Duduk di bambu atau kayu ini yang membuat para peserta kesulitan untuk bertahan.
Kemudian, peserta juga harus menjaga keseimbangan mereka. Peserta yang mampu bertahan di bambu hingga akhir akan menjadi pemenangnya.
Lomba ini juga memiliki makna yang cukup dalam. Para peserta harus bertahan hingga akhir saat perang guling ini dimulai.
Mereka harus mempertahankan posisi agar tidak mudah jatuh. Tak hanya itu, peserta juga harus mengalahkan lawan mainnya.
Lomba ini menunjukkan makna bahwa kita harus tetap bertahan melawan berbagai rintangan. Tak hanya itu, kita harus memenangkan setiap permasalahan yang ada.
Bersaing dengan lawan pun juga diperlukan dengan cara yang sehat. Hal ini menunjukkan keberanian dan juga kemampuan bertahan.
Sedangkan, dikutip dari Surya.co.id pada Rabu (29/7/2026), lomba gebug bantal ini berakar dari tradisi di Jawa Timur. Tradisi ini sangat kental di daerah Blitar dan Malang.
Dahulu, bantal digunakan sebagai simulasi peperangan dan latihan bertahan. Tradisi ini juga melambangkan semangat perjuangan dan keberanian.
Selain itu, melalui tradisi gebug bantal ini, peserta lomba diingatkan dengan perjuangan yang ditempuh para pahlawan untuk mencapai kemerdekaan. Tak hanya itu, lomba ini mencerminkan persatuan tanpa memandang kelas sosial dan agama.
Biasanya semua masyarakat akan berkumpul mengitari area lomba. Mereka akan memberikan dukungan untuk para peserta.
Hal ini juga menunjukkan adanya persatuan dan kesatuan dari masyarakat Indonesia. Meski terlihat sederhana, namun lomba ini mampu membuat banyak orang bersorak bahagia.
Lomba gebug bantal ini pun menjadi salah satu lomba yang kerap dilakukan. Lomba ini menjadi bentuk hiburan bagi masyarakat.
Meski gampang-gampang susah, lomba ini kerap menjadi lomba yang ditunggu-tunggu. Momen peserta terjebur ke sungai atau kolam menjadi sebuah hiburan.
Kendati ada menang dan kalah dalam permainan ini, namun, tak ada dendam dari para peserta. Semua kegiatan dilakukan dengan sangat gembira.
Lomba gebug bantal ini bisa digunakan sebagai ide lomba HUT RI Ke-81 nanti. Tentunya, faktor keamanan pun harus tetap diperhatikan.
Terlebih, lomba ini diadakan di atas sungai atau kolam. Panitia harus memastikan bahwa lokasi lomba dalam keadaan aman.
Nah, itulah makna gebug bantal yang kerap dilakukan di acara lomba kemerdekaan RI. Sudahkah kamu mengikuti lomba ini? (*)
Artikel Asli




