VIVA – Makanan kini tak sekadar pemenuh kebutuhan harian, tetapi juga pengalaman kuliner bagi para pencinta cita rasa lezat.
Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua bahan makanan lebih baik dikonsumsi setelah dimasak?
Beberapa di antaranya justru memberikan manfaat maksimal saat dimakan mentah.
Mengonsumsi makanan secara mentah dapat menjaga nutrisinya tetap utuh, sehingga khasiatnya, mulai dari membuat kulit glowing hingga menyehatkan pencernaan bisa terserap sempurna.
Padahal, bahan makanan ini kerap disajikan dengan cara digoreng. Ternyata proses penggorengan justru berisiko merusak nutrisi dan membawa dampak buruk bagi kesehatan tubuh.
Lantas, bahan makanan apa yang dimaksud?
Dalam salah satu tayangan di kanal YouTube dr. Zaidul Akbar Official, dr. Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa ada banyak bahan makanan alami yang menyimpan khasiat luar biasa bagi tubuh jika diolah dengan tepat.
"Memang ada jenis-jenis tumbuhan atau mungkin produksi ciptaan Allah memang dia kemampuan kerjanya itu luar biasa," ungkap dr Zaidul Akbar pada tayangan YouTube dr Zaidul Akbar Official.
- Ilustrasi AI Gemini
Dalam hal ini, dr. Zaidul Akbar mengajak masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih asupan harian.
Langkah ini, jika dipadukan dengan penerapan pola hidup sehat, akan membantu membentengi tubuh dari berbagai penyakit.
"Anda mulai sekarang kalau mau hidup sehat sebenarnya gampang, enggak usah ngurusin penyakitnya, tapi urusin piringnya, urusin apa yang dimakan," sarannya.
Menariknya, salah satu bahan makanan yang justru paling baik dikonsumsi dalam kondisi mentah adalah tempe.
Saat dikonsumsi mentah, tempe dipercaya efektif menjaga kebersihan kulit wajah sekaligus merawat kesehatan sistem pencernaan.
"Kalau anda pengen wajahnya kinclong, pencernaannya baik, tempe itu jangan digoreng," kata dr Zaidul Akbar.
Secara umum, tempe memang dikenal menyimpan berbagai kandungan gizi yang sangat bermanfaat bagi tubuh.
Sayangnya, dr. Zaidul Akbar mengingatkan bahwa nutrisi penting dalam tempe, khususnya protein dapat rusak jika diproses dengan teknik pengolahan yang kurang tepat.
"Coba lihat denaturasi protein terjadi kapan, kalau dipanaskan, ini kan protein tempe, dipanaskan rusak sebenarnya," terangnya.





