Pantau - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian menyetujui rehabilitasi 8.486 hektare lahan kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor pada akhir November 2025 melalui APBN Perubahan Tahun Anggaran 2026.
Rehabilitasi Lahan Kopi Mulai DilaksanakanRehabilitasi tersebut merupakan bagian dari total 12.637 hektare lahan kopi milik masyarakat yang diajukan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah setelah terdampak bencana.
Kepala Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Sabrin, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya mengusulkan rehabilitasi seluruh lahan terdampak kepada pemerintah pusat.
"Alhamdulillah, ada delapan ribuan hektare yang disetujui untuk direhabilitasi oleh pemerintah pusat, akan segera dikerjakan. Rehabilitasi lahan kopi terdampak bencana ini tentu sangat membantu untuk pemulihan ekonomi para petani terdampak bencana," ungkap Sabrin.
Lahan yang disetujui untuk direhabilitasi tersebar di sejumlah kecamatan yang menjadi sentra produksi kopi arabika di Kabupaten Aceh Tengah.
Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi para petani kopi yang terdampak banjir bandang dan tanah longsor.
Pemerintah Daerah Harapkan Sisa Lahan Segera DitanganiSekretaris Dinas Perkebunan Aceh Tengah, Halwi, mengatakan masih terdapat sisa lahan yang belum memperoleh persetujuan rehabilitasi pada tahun anggaran 2026.
Pemerintah daerah berharap sisa lahan tersebut dapat ditangani melalui program pada tahun anggaran berikutnya.
"Kita sangat berharap sisa lahan yang belum tertampung di 2026 bisa ditangani melalui program tahun berikutnya. kami juga telah melaporkan data tersebut ke Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh," ujar Halwi.
Menurut Halwi, data sisa lahan telah dilaporkan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR), Kementerian Pertanian, serta Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh sebagai dasar pengajuan lanjutan.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah optimistis rehabilitasi lahan kopi akan kembali meningkatkan produksi kopi arabika Gayo sehingga mampu memenuhi permintaan pasar domestik maupun internasional.
Peneliti Soroti Dampak Bencana terhadap Produktivitas KopiKabupaten Aceh Tengah memiliki total luas lahan kopi mencapai 52.074 hektare dengan produksi sekitar 29.019,20 ton per tahun.
Sebelumnya, peneliti Pusat Riset Kopi dan Kakao Universitas Syiah Kuala (USK), Abu Bakar, menyatakan bencana hidrometeorologi mempercepat tekanan terhadap sektor kopi yang sebelumnya telah terdampak perubahan iklim.
"Kerusakan lahan akibat longsor bisa menghilangkan lapisan tanah atas yang penting bagi tanaman kopi. Ini berdampak langsung pada produktivitas," kata Abu Bakar.
Ia menjelaskan banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir 2025 turut berdampak pada kawasan Dataran Tinggi Gayo yang mencakup Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Tengah sebagai sentra produksi kopi arabika.




