Grid.ID - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan kasus kematian seorang satpam di Waduk Jatiluhur. Satpam bernama Sumarna (40) itu ditemukan tewas dengan tangan terborgol di kawasan objek vital Waduk Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Jenazah korban ditemukan di perairan Tanggul Kayat, pada Jumat (24/7/2026). Ia ditemukan mengambang setelah sebelumnya tidak dapat dihubungi saat menjalankan tugas piket malam.
Namun sayang, pelaku pembunuhan satpam tersebut belum diketahui. Saat ini tim penyidik masih bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam dan belum menetapkan satu orang pun sebagai tersangka.
Mengetahui kasus tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi angkat bicara. Ia mengaku ikut berduka atas kematian korban. Ia juga mengeluhkan soal minimnya penerangan dan kurangnya CCTV di sekitar lokasi.
"CCTV enggak ada di sekitar lokasi. Makanya saya juga berharap dibantu gubernur CCTV diadain. Penerangan kurang," ujar kepala desa dikutip dari YouTube Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, baru-baru ini Dedi Mulyadi juga mendatangi rumah satpam yang tenggelam di Waduk Jatiluhur. Di momen itu, Dedi bertemu dengan istri korban.
Di momen itu, istri Sumarna menceritakan gelagat sang suami sebelum hilang dan ditemukan tewas tenggelam. Istri Sumarna mengaku sempat mengobrol dengan sang suami sebelum pergi bekerja pada malam hari.
Tak ada yang spesial, istri Sumarna mengaku hanya mengobrolkan obrolan ringan seperti sehari-hari. Bahkan, ia sempat mengingatkan Sumarna untuk rapat di Kantor Desa.
Kala itu, almarhum juga sempat berjanji akan memberikan uang kepada sang istri.
"Gak cerita apa-apa, cuma ngobrol aja, beliau pulang shift malam anterin anak sekolah. Dia main HP sambil berbaring, saya ingatkan nanti malam ada rapat di desa, beliau kan anggota Linmas," tutur sang istri.
"Kalau dibagi siltap jangan lupa janji ayah ke mamah mau bayar wifi. Kata ayah iya nanti kalau dapat siltap dikasih ke mamah," lanjutnya.
"Iya nanti ayah kasih ke mamah," kata istrinya menirukan ucapan Sumarna.
Kendati begitu, ia sempat menyoroti kondisi suaminya yang tampak kelelahan. Bahkan, ia juga menyebut sang suami sempat telat berangkat kerja karena sedang lelah.
"Keluhan kelihatan capek, berangkat kemalaman, gak seperti biasanya. Selama ini gak pernah berkeluh kesah," katanya.
Setelah itu, Sumarna pergi dari rumah sekitar pukul 19.00 WIB. Ia menjalankan tugas pengamanan pada malam hari di kawasan Waduk Jatuluhur. Sumarna diketahui masih mengenakan seragam dinas satpam ketika menjalakan tugas tersebut.
Namun Sumarna dilaporkan mulai kehilangan kontak dan tidak dapat dihubungi oleh rekan-rekan kerjanya pada pukul 03.00 WIB. Rekan kerja akhirnya mencari Sumarna di sejumlah titik di kawasan Waduk Jatiluhur hingga Jumat Pagi.
Namun, pada Jumat Siang, Sumarna ditemukan dalam kondisi mengambang di perairan kawasan Tanggul Kayat oleh petugas keamanan. Saat ditemukan, tubuh Sumarna berada dalam posisi telungkup dan masih mengenakan seragam satpam, bahkan tangannya juga tampak terborgol.
“Benar, saat ditemukan tangan korban dalam kondisi terborgol. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan, mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban,” kata Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara dilansir Tribunnewsbogor.com.
Hingga kini, polisi masih mencari pelaku pembunuhan Sumarna. Sementara itu, Dedi juga meminta agar kasus satpam yang tenggelam di Waduk Jatiluhur segera diusut. (*)
Artikel Asli




