GUNUNGKIDUL, KOMPAS.TV - Warga Dusun Kemesu, Kelurahan Semugih, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terpaksa menjual ternak dan hasil bumi mereka untuk membeli air.
Kekeringan yang terjadi di wilayah tersebut mengakibatkan warga harus berjuang keras untuk mendapatkan pasokan air bersih.
Saat ini, untuk mendapatkan air bersih, warga membeli air tangki dari pihak swasta seharga Rp120.000 per tangki.
Baca Juga: Kekeringan Parah di Gunungkidul, Warga Terpaksa Jual Ternak Demi Beli Air Bersih | SAPA MALAM
Seorang warga, Sularmin, mengaku dirinya harus menjual sejumlah hewan ternak untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Beli air, Pak. Beli air satu tangki itu 120 (ribu rupiah), maksimal untuk kebutuhan keluarga 1 bulan satu tangki. Dari ini jualan kambing apa jualan ayam untuk beli air, Pak,” ujarnya di Gunungkidul, Rabu (29/7/2026).
Saat ditanya kenapa harus menjual hewan ternaknya, Sularmin mengaku dirinya tidak memiliki solusi lain untuk membeli air bersih.
“Ya kan kebutuhan beli air enggak ada solusi kerja, Pak. Cuma petani. Kalau harapan, pemerintah supaya mengusahakan atau sumur bor atau PDAM, Pak,” ucapnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal fenomena El Nino di Indonesia yang memicu musim kemarau.
Baca Juga: BMKG Jelaskan 4 Tahapan Kekeringan, Indonesia Kini Memasuki Fase Mana?
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- kekeringan
- jual tenak beli air
- gunungkidul
- dampak kekeringan
- daerah kekeringan





