BMW Pangkas 8.000 Pekerja hingga 2027, Tawarkan Pengunduran Diri Sukarela

katadata.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

BMW berencana memangkas hingga 8.000 pekerjaan. Menurut laporan, ini menjadi sinyal terbaru bahwa produsen mobil terbesar di Eropa ini akan melakukan penghematan biaya di tengah tekanan persaingan dari para rival asal Cina.

Juru bicara BMW pada Rabu (29/7) menyatakan perusahaan telah memulai program pengunduran diri sukarela yang disepakati bersama perwakilan karyawan (works council).

Program pesangon itu menyasar karyawan di divisi administrasi dan pengembangan, sementara operasional produksi tidak termasuk dalam rencana pengurangan tenaga kerja.

BMW saat ini mempekerjakan sekitar 160.000 orang di seluruh dunia. Berdasarkan laporan media Jerman, jumlah tenaga kerja perusahaan diperkirakan akan berkurang sekitar 8.000 orang hingga 2027.

Juru bicara BMW mengatakan perusahaan tengah melakukan penyesuaian terhadap perubahan besar yang terjadi di industri otomotif global.

"BMW Group secara proaktif membentuk respons terhadap perubahan besar di lingkungan operasionalnya. Hal ini mencakup transformasi teknologi industri otomotif, ketidakpastian geopolitik, perubahan kondisi pasar, dan perkembangan di Cina," ujar juru bicara BMW, dikutip dari The Guardian, Kamis (30/7). 

Langkah BMW menambah daftar produsen otomotif Eropa yang melakukan efisiensi tenaga kerja. Dalam beberapa tahun terakhir, industri otomotif Jerman menghadapi tekanan akibat pesatnya pertumbuhan produsen kendaraan listrik asal Cina yang semakin mendominasi pasar.

Selain memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik, produsen Cina juga memicu perang harga di pasar domestiknya. Kondisi tersebut mengurangi keuntungan produsen Eropa, termasuk BMW, yang selama ini menjadikan Cina sebagai salah satu pasar utama.

Di saat yang sama, produsen mobil Eropa juga harus mengalokasikan investasi besar untuk mempercepat transisi dari kendaraan berbahan bakar fosil menuju kendaraan listrik. Tekanan tersebut diperparah oleh kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang membebani ekspor kendaraan dari Eropa.

Sejumlah produsen besar seperti Volkswagen, Stellantis, dan Ford bahkan mulai menjalin kemitraan dengan perusahaan otomotif Cina untuk memperkuat produksi dan penjualan kendaraan di pasar Eropa.

Rencana pengurangan tenaga kerja BMW muncul setelah Milan Nedeljkovi? menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) pada Mei lalu.

Sementara itu, Volkswagen, produsen mobil terbesar di Jerman berdasarkan volume penjualan, sebelumnya mengonfirmasi rencana memangkas hingga 100.000 pekerja dari total sekitar 650.000 karyawan. Program restrukturisasi tersebut juga mencakup penutupan empat pabrik dan pengurangan jumlah model kendaraan yang diproduksi.

Di sisi lain, Porsche yang merupakan bagian dari Volkswagen Group juga tengah menjalankan restrukturisasi besar. Perusahaan menambah 5.000 pengurangan tenaga kerja pada pekan ini sehingga total target pemangkasan mencapai 9.000 pekerja atau sekitar 20% dari total tenaga kerjanya hingga 2035.

Penjualan Porsche di Cina pada paruh pertama 2026 juga anjlok 30% menjadi sekitar 14.500 unit. Selain melemahnya permintaan di Cina, penjualan perusahaan di Amerika Utara turut terdampak setelah Presiden AS Donald Trump menghentikan subsidi untuk kendaraan listrik, termasuk model Taycan milik Porsche.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Tahan Bupati Pemalang Anom Widiyantoro
• 2 jam laludetik.com
thumb
Bursa Transfer Liga Italia: Reaksi Sampdoria usai Emil Audero Didekati Monza, Kiper Timnas Indonesia Pilih yang Mana?
• 23 menit laluviva.co.id
thumb
Serangan Udara Israel Tewaskan 2 Warga Sipil Palestina di Gaza
• 6 jam laludetik.com
thumb
Terjaring OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Punya Harta Rp21,3 Miliar
• 16 jam lalukompas.tv
thumb
Bukan Main! Uang Rp1,2 Miliar Hilang dalam Hitungan Menit, Begini Cara Komplotan Gembos Ban Beraksi
• 16 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.