JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pendingin ruangan (AC) di Gedung Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan akhirnya mulai menyala kembali setelah lebih dari delapan bulan tidak beroperasi akibat kebakaran trafo pada akhir 2025.
Saat ini, pengoperasian AC masih dalam tahap uji coba secara bertahap untuk memastikan seluruh komponen berfungsi dengan baik sebelum dioperasikan secara penuh.
"Ini sedang kita uji coba dulu, dilakukan secara bertahap," kata Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).
Baca juga: Perbaikan AC Kantor Wali Kota Jaksel Dimulai Agustus Usai Berbulan-bulan Mati
AC kembali menyala lebih cepat dari target karena proses pengadaan trafo dan panel penggerak rampung lebih awal dari perkiraan.
Sebelumnya, operasional AC diprediksi baru bisa dimulai pada Oktober 2026 karena harus menunggu proses pengadaan trafo.
"Jadi ini ternyata bisa lebih cepat dari estimasi waktu kita bayangkan sebelumnya. Tapi ini masih proses uji coba terhadap komponennya," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum dan Protokol Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan Fredy Maulana Saputra mengatakan, uji coba dilakukan secara bertahap karena sejumlah komponen chiller harus dipastikan kembali dalam kondisi optimal setelah lama tidak digunakan.
"Masih proses uji coba. Ada beberapa komponen chiller yang dirapikan. Ada tiga blok yang kita rapikan dulu, karena sudah terlalu lama tidak aktif jadi kita servis dulu," kata Fredy.
Sebelum AC dinyalakan, tim teknis terlebih dahulu membersihkan seluruh instalasi dari debu yang menumpuk selama sistem tidak beroperasi.
Baca juga: Kantor Pemkot Jaksel Hampir 4 Bulan Tanpa AC, Tunggu Anggaran Perbaikan
Pembersihan dilakukan saat hari libur agar tidak mengganggu aktivitas perkantoran.
Selain melakukan servis pada chiller, Pemkot Jakarta Selatan juga telah mengganti panel listrik dan memasang dua unit trafo untuk mendukung operasional sistem pendingin gedung.
Fredy menjelaskan, pengoperasian dilakukan secara bertahap mulai dari lantai paling bawah.
Setiap lantai diperiksa untuk memastikan suhu ruangan stabil dan seluruh komponen bekerja normal sebelum uji coba dilanjutkan ke lantai berikutnya.
"Kenapa bertahap, karena setiap lantai kita cek dulu suhunya dan komponennya. Setelah stabil baru naik ke lantai berikutnya seiring perbaikan komponen chiller," jelasnya.
Saat ini, performa sistem AC baru mencapai sekitar 50 persen sehingga belum dapat dioperasikan secara maksimal.
"Ibarat mobil baru, ini masih uji coba," kata Fredy.
Diketahui, sistem pendingin ruangan di Gedung Blok A Kantor Wali Kota Jakarta Selatan berhenti beroperasi setelah terjadi kebakaran di ruang genset trafo pada Minggu (28/12/2025) sekitar pukul 06.24 WIB.
Baca juga: AC Gedung Wali Kota Jaksel Mati, Trafo yang Terbakar Sudah 20 Tahun Tak Diganti
Akibat kebakaran tersebut, fasilitas kelistrikan utama yang menyuplai sistem pendingin gedung mengalami kerusakan sehingga AC tidak dapat digunakan selama lebih dari delapan bulan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




