AHY Sebut Data Lapangan Jadi Fondasi Penting Bangun Kawasan Transmigrasi

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan data lapangan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan baru ekonomi.

Adapun komitmen tersebut diwujudkan melalui pelibatan 1.476 peserta, yang terdiri atas mahasiswa, peneliti, hingga guru besar dari 10 perguruan tinggi negeri mitra. Mereka akan diterjunkan ke 53 kawasan transmigrasi, terutama di wilayah Indonesia Timur, untuk melanjutkan pemetaan dan pengembangan potensi wilayah yang dirintis Tim Ekspedisi Patriot pada 2025.

AHY menilai pendekatan pembangunan berbasis riset dan kondisi riil di lapangan melalui keterlibatan kalangan akademisi merupakan langkah strategis. Keterlibatan generasi muda dalam program ini juga dinilai menjadi modal penting untuk menghadirkan gagasan dan solusi inovatif bagi pengembangan kawasan transmigrasi.

"Kita ingin membangun kawasan transmigrasi yang menjadi magnet baru bagi investasi, pertumbuhan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Di situlah kontribusi para mahasiswa menjadi sangat penting, karena rekomendasi yang mereka hasilkan akan lahir dari kondisi nyata di lapangan," ujar AHY dalam keterangannya, Kamis (30/7/2026).

Hal tersebut disampaikan AHY saat memberi pembekalan pada para peserta Tim Ekspedisi Patriot 2026 yang akan diberangkatkan Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta, kemarin.

Baca juga: AHY Minta Waspadai El Nino: Tak Boleh Lengah karena Suhu Derajatnya Meningkat

AHY mengatakan para peserta akan melanjutkan riset dan pemetaan yang telah dimulai sejak tahun lalu. Mereka akan mengidentifikasi berbagai potensi dan tantangan di kawasan transmigrasi sebagai dasar pengembangan industrialisasi dan hilirisasi di sejumlah sektor, seperti pertanian, perkebunan, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sumber daya alam.

Ia berharap temuan dan rekomendasi mereka dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengembangkan kawasan sesuai karakteristik dan keunggulan masing-masing kawasan transmigrasi.

Pada kesempatan ini, AHY juga menegaskan kembali perubahan paradigma pembangunan transmigrasi. "Yang dahulu paradigmanya adalah memindahkan penduduk ke luar Pulau Jawa, kini paradigmanya berubah menjadi bagaimana membangun kawasan-kawasan tersebut agar menjadi daya tarik bagi perpindahan penduduk, masuknya investasi, serta mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.

AHY berharap hasil observasi para peserta dapat dipertanggungjawabkan secara akademis dan menjadi referensi empiris yang melengkapi data pemerintah dalam penyusunan kebijakan pembangunan kawasan transmigrasi.

"Mudah-mudahan ketika masukan akademis bertemu dengan kebijakan strategis di tingkat pusat, akan lahir kebijakan yang benar-benar efektif dan dapat dijalankan dengan baik. Data empiris dari lapangan akan menjadi fondasi penting dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran," ucap AHY.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara memastikan pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjamin keamanan dan keselamatan seluruh peserta selama menjalankan penugasan di lapangan, terutama di Pulau Papua, dan wilayah Indonesia Timur lainnya.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolri, TNI, pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat di setiap lokasi penugasan. Alhamdulillah, seluruh daerah menyambut baik kehadiran Tim Ekspedisi Patriot karena memang mereka membutuhkan masukan dan pendampingan untuk mengembangkan kawasan transmigrasi," ujar Iftitah.

Baca juga: Prabowo Gelar Ratas soal El Nino, AHY hingga Kepala BMKG Merapat ke Istana

Selain memastikan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, Kementrans juga akan memantau perkembangan seluruh peserta selama menjalankan penugasan.

"Meski demikian, kami tidak akan lengah. Selama para peserta bertugas, kami menyiapkan koordinasi selama 24 jam melalui posko pemantauan agar setiap perkembangan dapat dipantau dan seluruh peserta menjalankan penugasan dengan aman," tegas Iftitah.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot tahun 2025 menghasilkan 400 dokumen hasil riset dan rekomendasi. Hasil-hasil ini akan ditindaklanjuti oleh Tim Ekspedisi Patriot 2026 dalam bentuk riset lanjutan, dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan serta potensi masing-masing kawasan transmigrasi. Tujuannya, mempercepat transformasi kawasan transmigrasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Pembekalan oleh AHY ini turut dihadiri oleh Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi, Sekjen Edy Gunawan, serta jajaran pejabat Kementerian Transmigrasi. Dari Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, juga hadir Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal, Staf Khusus Bidang Manajemen dan Kerja Sama Antarlembaga Agust Jovan Latuconsina, Staf Khusus Bidang Hukum dan Regulasi Sigit Raditya, serta Staf Khusus Bidang Kerja Sama Lembaga Non-Pemerintah dan Kerja Sama Luar Negeri Merry Riana.




(akd/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BAIK Bakal Buka Outlet Baru AGN Signature di Sampang
• 12 jam laluidxchannel.com
thumb
Kapolda Sumsel Tekankan Pencegahan sebagai Tolok Ukur Keberhasilan Tugas
• 13 jam laludetik.com
thumb
Trump ingin tarif mitra dagang Iran ditambah ke RUU Lindsey Graham
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Tangan-Tangan Grup Bakrie (BUMI) di Balik Proyek Batu Bara di Kalimantan Rp 41 T
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bea Cukai Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri ke Burkina Faso
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.