HP China Sudah Ditinggalkan, iPhone Justru Laku Keras Diserbu Pembeli

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: iPhone 17. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Daftar Isi
  • iPhone Laku Keras Sampai Pecah Rekor
  • Keputusan Berani Berbuah Manis
  • Prospek Pendapatan dan Kenaikan Harga September

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri smartphone global menghadapi tantangan berat pada kuartal II (Q2) 2026. Laporan terbaru dari firma riset Counterpoint menunjukkan adanya penurunan pengiriman smartphone secara global hingga 11% secara tahunan (year-on-year/YoY). Penurunan tajam dari pabrikan HP asal China menjadi salah satu penekan utama pertumbuhan industri secara keseluruhan.

Dinamika ini terutama dipicu oleh keterbatasan pasokan serta penyesuaian harga komponen utama, khususnya chip memori (RAM/DRAM), seiring pesatnya perkembangan dan alokasi sumber daya untuk infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Peningkatan biaya produksi mendorong produsen untuk menyesuaikan strategi pemasaran. Dampak dari kondisi ini cukup terasa pada segmen ponsel kelas bawah hingga menengah (entry-level hingga mid-range), yang selama ini menjadi andalan produsen China dalam menjangkau konsumen luas.


"Kenaikan biaya komponen memicu penyesuaian harga di tingkat konsumen, yang pada akhirnya memengaruhi tingkat permintaan pada segmen ponsel terjangkau hingga menengah," jelas Senior Analyst Counterpoint, Shilpi Jain.

Produsen seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo mencatatkan penurunan volume pengiriman pada Q2 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski begitu, sejumlah lini produk tertentu seperti seri kelas atas (flagship) dan model-model populer tetap berupaya menjaga daya saing di tengah situasi pasar yang menantang.

iPhone Laku Keras Sampai Pecah Rekor

Langkah Apple Inc. untuk tidak menaikkan harga jual iPhone terbukti berbuah manis. Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut diproyeksikan bakal mencatatkan rekor pertumbuhan penjualan kuartalan terkuatnya dalam lima tahun terakhir.

Meski demikian, para investor kini mulai cemas dan mempertanyakan seberapa lama Apple mampu menahan gelombang kenaikan harga komponen global.

Sebelumnya, Apple telah menaikkan harga perangkat iPad dan MacBook bulan lalu. Langkah ini diambil guna mengimbangi lonjakan biaya produksi akibat kelangkaan chip memori dan penyimpanan.

Uniknya, Apple memilih untuk "menyelamatkan" produk cash cow utamanya, yaitu iPhone. Strategi ini berbanding terbalik dengan para pesaingnya yang terpaksa membebankan pembengkakan biaya komponen kepada konsumen.

Efek dominonya, pengiriman smartphone global pada kuartal April-Juni terkoreksi ke level terendah dalam 13 tahun terakhir.

Keputusan Berani Berbuah Manis
Pilihan Redaksi
  • iPhone Punya Fitur Rahasia Bikin Tidur Cepat, Begini Caranya
  • Lebih Baik Beli Atau Sewa iPhone Resmi Apple Rp578 Ribu Per Bulan?

Strategi Apple terbukti ampuh. Menurut data estimasi Counterpoint Research, pengiriman iPhone justru melonjak 3% pada periode tersebut. Pangsa pasar (market share) Apple pun merangkak naik hingga mendekati 20% dari pasar global.

Tak hanya itu, keputusan Apple untuk tidak jor-joran menggelontorkan ratusan miliar dolar AS pada pembangunan data center AI turut memberi sentimen positif. Apple resmi merebut kembali predikat sebagai perusahaan paling berharga di dunia (most valuable company) dari Nvidia, di tengah memuncaknya keraguan investor terhadap prospek pengembalian investasi (return on investment/ROI) dari boom AI.

Saham Apple mencatatkan kenaikan fantastis sebesar 25% sepanjang tahun berjalan (year-to-date/YTD). Kinerja cemerlang ini sempat mendorong nilai kapitalisasi pasar (market cap) Apple menembus rekor historis di atas US$ 5 triliun pada perdagangan Selasa (28/7/2026) lalu. Performa ini jauh melampaui kelompok saham raksasa teknologi "Magnificent Seven" lainnya.

"Awalnya Apple dicibir banyak investor karena dianggap tertinggal dalam siklus investasi AI. Namun saat ini, mereka justru memetik hasilnya ketika pasar mulai mempertanyakan korelasi antara belanja modal (capex) raksasa Big Tech dengan imbal hasil investasinya," ujar Dan Morgan, Portfolio Manager Synovus Trust, dikutip dari Reuters, Kamis (30/7/2026).

Sebagai perbandingan, pekan lalu Alphabet (induk Google) mengejutkan pasar setelah melaporkan arus kas bebas (free cash flow) negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah perusahaan akibat tingginya belanja modal AI.

Prospek Pendapatan dan Kenaikan Harga September

Berdasarkan konsensus data yang dihimpun LSEG, Apple diperkirakan bakal membukukan lonjakan pendapatan sebesar 15,5% menjadi US$ 108,65 miliar pada periode April-Juni. Capaian ini menandai laju pertumbuhan penjualan kuartal III fiskal terkuat sejak 2021.

Penjualan iPhone sendiri diproyeksikan meroket 20,8% pada periode ini. Di sisi lain, lini komputer Mac diperkirakan tumbuh 8,7% (naik dari 5,7% di kuartal sebelumnya) meskipun harganya telah dinaikkan, sementara pertumbuhan iPad diprediksi melambat ke angka 5,2%.

Kendati demikian, analis memperkirakan Apple tidak akan menahan harga iPhone lebih lama lagi. Dan Morgan memproyeksikan Apple bakal melakukan penyesuaian harga saat peluncuran lini iPhone terbaru pada September mendatang.

Namun, analis dari Morgan Stanley optimistis loyalitas konsumen dan ekosistem Apple yang kuat akan meredam dampak negatif dari rencana kenaikan harga tersebut.

"Permintaan terhadap produk inti Apple tergolong inelastis, di mana iPhone merupakan produk yang paling tidak sensitif terhadap perubahan harga dalam ekosistem Apple. Artinya, penyesuaian harga mendatang kemungkinan besar tidak akan mengganggu permintaan pasar secara signifikan," tulis laporan Morgan Stanley.


(fab/fab)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Perkuat Data Center AI: Infrastruktur Berkelanjutan Jadi Kunci

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Nonton Port FC vs Persija di Piala Presiden 2026, Main Sore Ini!
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Ganas! Chery Perkenalkan J6T CSH yang Mampu Libas Jalanan Lebih dari 1.000 Km
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Suporter Vietnam Ramai Bahas Thom Haye, Sebut Timnas Indonesia Kini Terlalu Menakutkan
• 20 jam laluviva.co.id
thumb
Baznas RI dan BPJS-TK Berkolaborasi, Perkuat Perlindungan Sosial Bagi 100 Pekerja Rentan
• 19 jam lalujpnn.com
thumb
Klaim Zulhas Larang Toko Kelontong Beroperasi Dekat Kopdes Merah Putih Dipastikan Hoaks
• 3 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.