KOMPAS.com – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melalui kerja sama operasi (KSO) ADHI–WKM bersama PT Wahana Konstruksi Mandiri resmi menandatangani kontrak pembangunan pengembangan Bandara Sentani dengan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports), Senin (27/7/2026).
Proyek tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas Bandara Sentani sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat Papua yang terus meningkat.
Penandatanganan kontrak dilakukan oleh General Manager Departemen Gedung ADHI Bagus Prima Anugerah dan Airport Construction & Development Group Head InJourney Airports Boedi Noer Tjahjo Sadpoetro di Kantor InJourney Airports, Tangerang.
Dalam proyek tersebut, ADHI–WKM KSO akan mengerjakan perluasan terminal penumpang, pembangunan fasilitas landside, pembangunan gedung penunjang, serta penataan kawasan dan lanskap bandara.
Setelah pengembangan rampung, Bandara Sentani ditargetkan mampu melayani hingga 2,9 juta penumpang per tahun dengan kapasitas mencapai sekitar 1.458 penumpang pada jam sibuk.
Pengembangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan, mempercepat layanan penumpang, sekaligus memperkuat peran Bandara Sentani sebagai salah satu pintu gerbang utama di wilayah timur Indonesia.
Baca juga: Kronologi Penangkapan Penumpang di Bandara Sentani, Bawa Ganja 2,6 Kg di Tas Ransel dan Koper Merah
Penerapan K3 di tengah operasional bandaraProses pembangunan akan berlangsung ketika bandara tetap beroperasi melayani penerbangan setiap hari.
Untuk menjaga kelancaran operasional, ADHI Karya menerapkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat, mulai dari pengaturan area kerja, manajemen lalu lintas proyek, hingga sistem mitigasi risiko.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh proses pembangunan berlangsung aman tanpa mengganggu aktivitas penerbangan, khususnya di kawasan airside.
Corporate Secretary ADHI Rozi Sparta mengatakan, pengembangan Bandara Sentani tidak hanya bertujuan menambah kapasitas infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan transportasi udara bagi masyarakat Papua.
Baca juga: Program MBG Akan Dipercepat di Daerah Rawan Stunting, NTT hingga Papua Masuk Prioritas
"ADHI Karya berkomitmen menyelesaikan proyek ini dengan mengutamakan aspek keselamatan, mutu, dan ketepatan waktu sehingga manfaat pengembangan bandara dapat segera dirasakan masyarakat maupun pengguna jasa penerbangan," ujar Rozi dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (30/7/2026).
Rozi menambahkan, bandara merupakan infrastruktur strategis yang berperan penting dalam mendukung konektivitas antardaerah di Indonesia sebagai negara kepulauan.
Menurutnya, pengalaman ADHI Karya dalam mengerjakan berbagai proyek transportasi menjadi modal penting untuk memastikan pembangunan berjalan selaras dengan operasional bandara yang tetap aktif.
Melalui proyek ini, ADHI Karya berharap pengembangan Bandara Sentani dapat meningkatkan kualitas layanan penerbangan sekaligus memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




