HARIAN.FAJAR.CO.ID, JAKARTA — JEC Eye Hospitals and Clinics kembali meraih Top Brand Award 2026 untuk kategori Rumah Sakit Mata. Penghargaan tersebut menjadi cerminan tingginya tingkat kesadaran (awareness) dan kepercayaan (trust) masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang dibangun JEC selama 42 tahun.
Penghargaan itu diraih di tengah momentum penting setelah JEC Eye Hospitals and Clinics resmi menjadi perusahaan terbuka melalui PT Nitrasanata Dharma Tbk dengan kode saham JECX. Status baru tersebut memperkuat komitmen perusahaan dalam menjaga tata kelola, transparansi, serta memperluas akses layanan kesehatan mata berkualitas.
Top Brand Award merupakan penghargaan yang diberikan berdasarkan survei independen terhadap 12.000 responden di 15 kota besar di Indonesia. Penilaian dilakukan melalui tiga indikator utama, yakni kekuatan merek di benak konsumen, kinerja merek di pasar, dan komitmen konsumen untuk kembali menggunakan merek tersebut.
Senior Direktur Pengembangan dan Pendidikan JEC Eye Hospitals and Clinics, Prof. Dr. Tjahjono D. Gondhowiarjo, SpM(K), PhD, menilai penghargaan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar pengakuan merek. Menurutnya, kepercayaan masyarakat menjadi fondasi utama dalam layanan kesehatan.
“Dalam layanan kesehatan, awareness dan trust sama-sama penting. Dikenal luas oleh masyarakat harus berjalan bersama kemampuan untuk menjaga kepercayaan melalui layanan yang aman, tepat, dan berkualitas. Karena itu, Top Brand Award 2026 memiliki makna penting bagi JEC Eye Hospitals and Clinics, karena mencerminkan bagaimana masyarakat melihat konsistensi yang telah kami bangun selama 42 tahun,” katanya, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kepercayaan pasien tidak terbentuk dalam waktu singkat. Rekam jejak pelayanan, kompetensi tenaga medis, akurasi diagnosis, pemanfaatan teknologi, hingga komunikasi yang baik dengan pasien menjadi faktor utama yang membangun kepercayaan tersebut.
“Pasien datang bukan hanya untuk mendapatkan pemeriksaan atau tindakan, tetapi juga untuk memperoleh rasa aman dan keyakinan bahwa keputusan medis yang diambil sesuai dengan kebutuhannya. Inilah DNA yang terus dijaga JEC Eye Hospitals and Clinics, yaitu menghadirkan layanan kesehatan mata yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga dekat dengan kebutuhan pasien,” tambah Prof. Tjahjono.
Selama lebih dari empat dekade, JEC telah berkembang menjadi salah satu rujukan layanan kesehatan mata di Indonesia. Hingga kini, jaringan tersebut telah melakukan lebih dari 250.000 operasi katarak dan lebih dari 150.000 tindakan koreksi kelainan refraksi berbasis LASIK maupun SMILE.
Layanan yang tersedia mencakup berbagai subspesialis mata, mulai dari katarak, retina, glaukoma, trauma mata, okuloplasti, mata anak dan strabismus, kontrol miopia, dry eye, infeksi dan imunologi mata, neuro-oftalmologi, contact lens, hingga penanganan gangguan tiroid pada mata. Kelengkapan layanan tersebut didukung pengembangan teknologi oftalmologi yang terus diperbarui mengikuti kemajuan ilmu kedokteran.
Saat ini JEC Eye Hospitals and Clinics memiliki 16 rumah sakit mata dan klinik utama yang tersebar di sejumlah kota, termasuk Makassar dan Kendari. Perluasan akses layanan juga diperkuat melalui kerja sama dengan BPJS Kesehatan di sejumlah fasilitas, sistem jejaring hub and spoke, serta pemanfaatan teknologi digital seperti EyeCheck dan platform @Cloud untuk mendukung skrining, konsultasi, dan telemedicine.
Di tingkat internasional, JEC menjadi satu-satunya institusi dari Indonesia yang memiliki perwakilan sebagai Council Member di World Association of Eye Hospitals (WAEH). JEC juga merupakan mitra strategis global sekaligus co-founder ASEAN Association of Eye Hospitals (AAEH), yang memperkuat kolaborasi dalam pengembangan layanan kesehatan mata di tingkat regional dan global.
Selain layanan klinis, JEC aktif mengembangkan edukasi kesehatan mata, peningkatan kompetensi tenaga medis, kolaborasi ilmiah, hingga program sosial seperti Bakti Katarak JEC. Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mata yang aman dan berkualitas.
Prof. Tjahjono menegaskan, status sebagai perusahaan terbuka membawa tanggung jawab yang semakin besar bagi JEC. Namun, orientasi utama perusahaan tetap berfokus pada kepercayaan pasien.
“Menjadi perusahaan terbuka membawa tanggung jawab yang lebih besar bagi JEC Eye Hospitals and Clinics. Namun fondasinya tetap sama, yaitu kepercayaan pasien. Pertumbuhan, inovasi, penguatan teknologi, dan perluasan layanan harus selalu kembali pada tujuan utama, yaitu membantu masyarakat memperoleh layanan kesehatan mata yang aman, tepat, dan dapat dipercaya,” ujarnya.
Ke depan, JEC akan memperluas jaringan layanan melalui pembangunan fasilitas kesehatan mata di Kawasan Ekonomi Khusus Sanur, Bali, serta membuka dua cabang baru di Tangerang dan Kediri. Menurut Prof. Tjahjono, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Top Brand Award 2026 menjadi pengingat bahwa kepercayaan harus terus dirawat. JEC Eye Hospitals and Clinics akan terus memperkuat layanan, edukasi, inovasi, dan akses agar semakin banyak masyarakat dapat memperoleh layanan kesehatan mata yang tepat, aman, dan tepercaya,” tutup Prof. Tjahjono. (edo)





