tvOnenews.com - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, secara resmi membuka Pagelaran Seni Budaya Melayu (PSBM) di Kecamatan Manis Mata pada Rabu (29/7/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 1 Agustus 2026 di Lapangan Sepak Bola Kecamatan Manis Mata ini mengusung tema "Tancapkan Persaudaraan – Marwah Melayu Tak Lekang Oleh Waktu – Menjaga Marwah Menjunjung Tuah."
Pembukaan PSBM dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni budaya Melayu, seperti syair gulung, pencak silat, dan tarian Melayu. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengukuhan pengurus DPC MABM Kecamatan Manis Mata, Marau, dan Air Upas.
Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada panitia dan pengurus DPC MABM Kecamatan Manis Mata atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan meski dipersiapkan dalam waktu yang relatif singkat.
«"Saya sangat mengapresiasi jajaran panitia dan pengurus DPC MABM Kecamatan Manis Mata. Walaupun dengan waktu persiapan yang singkat, pelaksanaan hingga pembukaan kegiatan ini berjalan dengan baik dan sukses. Ini menjadi bukti bahwa kebersamaan yang kuat mampu menghasilkan sesuatu yang terbaik," ujar Bupati.»
Ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan PSBM sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkokoh persatuan, serta meneguhkan komitmen dalam menjaga warisan budaya Melayu sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya Kabupaten Ketapang.
«"Dengan semangat persaudaraan, saya yakin masyarakat Ketapang akan terus hidup berdampingan secara harmonis dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, saling menghormati adat dan budaya, serta bersama-sama membangun daerah yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing," katanya.»
Menurut Bupati, tema yang diangkat pada PSBM tahun ini memiliki makna yang sangat mendalam. Persaudaraan merupakan pondasi utama dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang damai dan harmonis.
Ia menegaskan bahwa marwah Melayu adalah kehormatan, jati diri, serta nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendahulu. Nilai-nilai tersebut tidak akan lekang oleh perubahan zaman apabila terus dijaga melalui sikap, perilaku, adat istiadat, bahasa, seni, dan budaya yang dilestarikan bersama.
Selain itu, makna "Menjunjung Tuah" mengingatkan bahwa setiap warisan budaya Melayu mengandung kearifan, keberkahan, dan nilai kehidupan yang patut dijadikan pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.




