Laba Emiten Ritel MAPI dan MAPA Melonjak Paruh Pertama 2026, Ini Penopangnya

katadata.co.id
8 jam lalu
Cover Berita

Dua emiten pengelola jaringan ritel Grup MAP, PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) dan anak usahanya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), membukukan pertumbuhan pendapatan dan laba hingga dua digit pada paruh pertama 2026. Pertumbuhan itu  ditopang pulihnya aktivitas belanja masyarakat pada periode libur nasional dan libur sekolah setelah pasca lebaran.

Corporate Communications and Sustainability MAP Group, Ratih D Gianda mengatakan, aktivitas pelanggan sempat mengalami normalisasi pada April setelah musim lebaran berakhir. Namun, jumlah pengunjung kembali meningkat sejak Mei karena rangkaian hari libur nasional dan berlanjut hingga Juni saat musim libur sekolah.

"Momentum tersebut berlanjut hingga bulan Juni seiring dengan periode libur sekolah, sehingga mendukung kinerja posisi perusahaan sepanjang kuartal (kedua)," ujar Ratih dalam keterangan resmi, dikutip pada Kamis (30/7).

Lantas bagaimana kinerja keuangan masing-masing perusahaan dan segmen apa yang menjadi penopang pertumbuhan labanya?

Laba MAPI Naik 23%

Merujuk laporan kinerja keuangan semester pertama 2026, MAPI membukukan laba bersih Rp 1,21 triliun. Jumlah tersebut melonjak 26,56% dibandingkan dengan laba bersih perseroan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 960,92 miliar.

Pertumbuhan pendapatan tersebut berasal dari naiknya pendapatan perseroan menjadi Rp 24,15 triliun, naik 23,34% secara tahunan atau year on year (YoY) Rp 19,58 trliun. Penjualan ritel dan penjualan grosir masih menjadi mesin utama penghasil pundi-pundi rupiah MAPI. 

MAPI membukukan penjualan ritel mencapai Rp 21,98 triliun naikr 23,6% dari Rp 17,79 triliun YoY. Sementara itu, penjualan grosir tumbuh 34,2% menjadi Rp 1,28 triliun dari sebelumnya Rp 951,14 miliar.

Di luar penjualan produk, MAPI turut memperoleh pendapatan dari bisnis konsinyasi. Komisi penjualan konsinyasi bersih naik menjadi Rp 706,59 miliar dari Rp 672,84 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Perseroan juga membukukan pendapatan sewa dan jasa pemeliharaan sebesar Rp 67,46 miliar, sedikit turun dibandingkan Rp 70,83 miliar YoY. Sementara itu, pendapatan lain-lain meningkat menjadi Rp 124,85 miliar dari Rp 96,91 miliar.

Pada kuartal kedua, pendapatan bersih tumbuh 15,5% menjadi Rp 11,9 triliun, diikuti kenaikan laba usaha 12,5% menjadi Rp 970 miliar dan EBITDA sebesar Rp 1,9 triliun. Laba bersih kuartal kedua naik 19,4% menjadi Rp 690 miliar.

Ratih mengatakan, pertumbuhan tersebut ditopang oleh portofolio bisnis yang terdiversifikasi serta merek-merek yang tetap relevan dengan kebutuhan konsumen.

Selain memperkuat bisnis di dalam negeri, MAP juga melanjutkan ekspansi regional dengan membuka gerai Timberland di Thailand, serta menghadirkan Abercrombie & Fitch dan Hollister di Filipina.

"Ke depan, kami akan terus memahami preferensi pelanggan, memperkuat kapabilitas omnichannel, serta memastikan perusahaan tetap adaptif terhadap dinamika pasar. Pada saat yang sama, kami akan melanjutkan berbagai inisiatif keberlanjutan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan," ujar Ratih.

Pendapatan MAPA Naik Jadi Rp 10,1 Triliun

Sementara itu, anak usaha MAPI yang fokus pada bisnis ritel olahraga, PT Map Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) membukukan laba bersih Rp 864,38 miliar. Angka itu naik 30,48% dibandingkan laba bersih perseroan secara YoY sebesar Rp 662,42 miliar .

Pendapatan bersih perseroan naik 15,1% menjadi Rp 10,1 triliun. Secara lebih terperinci, pendapatan tersebut berasal dari penjualan eceran sebesar Rp 9,44 triliun dan penjualan bukan eceran senilai Rp 682,68 miliar. Sementara EBITDA mencapai Rp 2 triliun. 

Pada kuartal kedua, MAPA membukukan pendapatan bersih Rp 5,2 triliun, naik 15,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba usaha meningkat 22,4% menjadi Rp 595 miliar, EBITDA mencapai Rp 1 triliun, sedangkan laba bersih tumbuh 23,9% menjadi Rp 392 miliar.

Ratih mengatakan, trafik pengunjung kembali meningkat pada Mei berkat rangkaian hari libur nasional dan terus berlanjut selama musim libur sekolah pada Juni.

Untuk menjaga pertumbuhan, Ratih mengatakan MAPA akan terus memperluas portofolio bisnis dengan tetap mengedepankan efisiensi operasional melalui pengelolaan persediaan dan biaya yang disiplin. Perseroan juga memperkuat kapabilitas omnichannel guna menghadirkan pengalaman belanja yang lebih baik di seluruh kanal online maupun offline.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hari ini, Kejagung Periksa Tan Kian Terkait Kasus yang Seret Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Staf Admin KPK Ikut Terjaring OTT Bupati Pemalang
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Bawa-Bawa Persib, Media Vietnam Tuding AFC Beri Keuntungan untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
• 2 jam lalubola.com
thumb
Waspada! Fenomena Bediding di Jawa Meluas ke Bali hingga NTT Sampai September
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Respons Istana soal Putusan MK Larang Program MBG Sedot Anggaran Pendidikan
• 2 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.