Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) menjalin kerja sama dengan Pemerintah Albania guna memperluas pasar tenaga kerja Indonesia, terutama untuk program SMK Go Global.
Penguatan kolaborasi tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Menteri Ekonomi dan Inovasi Albania Delina Ibrahimaj di Jakarta, Kamis.
“Tentu dalam waktu tidak lama, ya, (diharapkan) sudah ada penempatan pekerja migran, terutama yang konteksnya adalah directive (arahan) Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang SMK Go Global. Salah satunya nanti negara penempatannya adalah di Albania,” ujar Mukhtarudin.
Ia menuturkan, para pekerja migran yang ditempatkan di Albania nantinya adalah skilled worker (tenaga kerja terampil) untuk sektor formal non-domestik.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, dari low-skilled worker menuju medium-high skill worker.
Selain meningkatkan penempatan pekerja baru, Mukhtarudin menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut juga memperkuat sinergi kedua negara dalam memberikan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia.
Kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen KP2MI untuk terus memperkuat pelindungan bagi pekerja migran Indonesia baik sebelum, saat, maupun sesudah penempatan.
“Meskipun belum banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Albania, tetapi dengan MoU hari ini menjadi bentuk keseriusan kedua negara agar lebih terkoordinir dan lebih baik dalam pengelolaan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Republik Albania,” imbuh Mukhtarudin.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Albania pada Juli 2024 lalu saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, sekaligus presiden terpilih dalam Pemilu 2024.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Perdana Menteri Albania Edi Rama dan Presiden Albania Bajram Begaj.
Sementara itu, SMK Go Global adalah program pemerintah yang menjembatani lulusan vokasi agar bisa bekerja di luar negeri secara resmi, aman, dan terlindungi.
Program tersebut menyediakan pelatihan keterampilan, sertifikasi global, dan kursus bahasa asing.
Melalui program tersebut, KP2MI menargetkan penempatan 40 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja di luar negeri pada tahun ini.
Baca juga: KP2MI-BAZNAS bangun ekosistem kesejahteraan pekerja migran
Baca juga: Kemen-P2MI perluas skema pembiayaan terjangkau bagi calon PMI
Baca juga: Kemendes PDT perkuat cegah TPPO melalui edukasi dan pemberdayaan desa
Penguatan kolaborasi tersebut ditunjukkan dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait penempatan dan perlindungan pekerja migran antara Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dan Menteri Ekonomi dan Inovasi Albania Delina Ibrahimaj di Jakarta, Kamis.
“Tentu dalam waktu tidak lama, ya, (diharapkan) sudah ada penempatan pekerja migran, terutama yang konteksnya adalah directive (arahan) Bapak Presiden (Prabowo Subianto) yang SMK Go Global. Salah satunya nanti negara penempatannya adalah di Albania,” ujar Mukhtarudin.
Ia menuturkan, para pekerja migran yang ditempatkan di Albania nantinya adalah skilled worker (tenaga kerja terampil) untuk sektor formal non-domestik.
Oleh karena itu, pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas tenaga kerja Indonesia, dari low-skilled worker menuju medium-high skill worker.
Selain meningkatkan penempatan pekerja baru, Mukhtarudin menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut juga memperkuat sinergi kedua negara dalam memberikan pelindungan terhadap pekerja migran Indonesia.
Kerja sama tersebut sejalan dengan komitmen KP2MI untuk terus memperkuat pelindungan bagi pekerja migran Indonesia baik sebelum, saat, maupun sesudah penempatan.
“Meskipun belum banyak pekerja migran Indonesia yang bekerja di Albania, tetapi dengan MoU hari ini menjadi bentuk keseriusan kedua negara agar lebih terkoordinir dan lebih baik dalam pengelolaan pekerja migran Indonesia yang bekerja di Republik Albania,” imbuh Mukhtarudin.
Penandatanganan MoU tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Albania pada Juli 2024 lalu saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia, sekaligus presiden terpilih dalam Pemilu 2024.
Dalam kunjungan tersebut, ia bertemu dengan Perdana Menteri Albania Edi Rama dan Presiden Albania Bajram Begaj.
Sementara itu, SMK Go Global adalah program pemerintah yang menjembatani lulusan vokasi agar bisa bekerja di luar negeri secara resmi, aman, dan terlindungi.
Program tersebut menyediakan pelatihan keterampilan, sertifikasi global, dan kursus bahasa asing.
Melalui program tersebut, KP2MI menargetkan penempatan 40 ribu calon pekerja migran Indonesia (CPMI) untuk bekerja di luar negeri pada tahun ini.
Baca juga: KP2MI-BAZNAS bangun ekosistem kesejahteraan pekerja migran
Baca juga: Kemen-P2MI perluas skema pembiayaan terjangkau bagi calon PMI
Baca juga: Kemendes PDT perkuat cegah TPPO melalui edukasi dan pemberdayaan desa





