Jakarta: PT Brantas Abipraya (Persero) berkomitmen membangun sumber daya manusia yang unggul. Perseroan memperkuat pemberdayaan perempuan, menginternalisasikan budaya kerja yang saling menghormati dan inklusif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan sebagai bagian dari produktivitas insan perusahaan.
Direktur Pengembangan Bisnis, Human Capital & Legal Brantas Abipraya Purnomo mengatakan, pembangunan infrastruktur yang berkualitas harus diiringi dengan pembangunan budaya kerja yang sehat dan manusiawi. Di Brantas Abipraya, keberhasilan perusahaan juga ditentukan oleh kualitas budaya kerja yang dibangun di dalamnya.
"Melalui Women in Construction Advancement Program 2026, kami ingin memperkuat komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang respectful, inklusif, aman, dan memberikan kesempatan yang setara bagi setiap insan untuk berkembang," ujar Purnomo dalam keterangan tertulis.amis, 30 Juli 2026.
Komitmen tersebut selaras dengan Respectful Workplace Policy (RWP) yang telah diterapkan Brantas Abipraya sejak 2022, serta penguatan Employee Well-being Policy (EWP) sebagai bagian dari transformasi budaya perusahaan. Program Promoting Advancement of Women's Empowerment (PAVE) bersama Srikandi Danantara juga memperkuat kepemimpinan perempuan.
Respectful & Inclusive Workplace merupakan satu kesatuan budaya kerja Brantas Abipraya yang menjadi enabler dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif, saling menghormati, inklusif, dan saling memberdayakan. Budaya ini mendorong setiap Insan Abipraya untuk berkolaborasi, berinovasi, serta memberikan kontribusi terbaik.
Baca Juga :
Kemnaker Dorong Industri Serap Pekerja Lokal(Women in Construction Advancement Program 2026. Foto: Dok Brantas Abipraya)
"Kami meyakini Respectful & Inclusive Workplace menjadi fondasi memperkuat Women Leadership Development (WLD) di Brantas Abipraya. Keduanya memiliki keterkaitan yang erat dengan business outcomes, karena tata kelola kepemimpinan perempuan yang semakin kuat akan menghasilkan proses pengambilan keputusan yang lebih berkualitas," katanya.
Brantas Abipraya memandang bahwa keberagaman merupakan kekuatan yang mampu mendorong inovasi dan meningkatkan daya saing perusahaan. Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan tidak hanya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan, tetapi juga merupakan strategi dalam membangun organisasi yang adaptif dan berkelanjutan.
"Komitmen untuk saling menghormati, menjunjung tinggi keberagaman, memberikan kesempatan yang setara, serta menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat diharapkan terus menjadi bagian dari setiap aktivitas dan proses bisnis perusahaan guna mendukung kinerja yang unggul, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia," tutup Purnomo.




