Selain Bangun Fondasi Ekonomi Rakyat, Prabowo Dinilai Dorong Pengembangan Sumber Daya Manusia

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Ketua Dewan Pakar Asosiasi Pengusaha Pribumi Nusantara Indonesia (Asprindo), Prof. Didin Damanhuri menilai, telah terjadi pergeseran paradigma pembangunan pada kebijakan-kebijakan di era pemerintahan Presiden Prabowo.

Dia menjelaskan, jika sejak awal reformasi sampai akhir era Jokowi pembangunan lebih bersifat big push, yaitu infrastruktur besar-besaran, namun di era Prabowo ini paradigmanya mulai bergeser ke people center development.

Baca Juga :
Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Patra Niaga Perluas Pasar 11 UMKM Binaan Tampil di IFW 2026
Prabowo Minta Material Bangunan di RI Tak Pakai Seng: Kalau Perlu Pakai Ijuk dan Rumbai

"Dengan perubahan pembangunan ekonomi ini, seharusnya para pengusaha bisa memanfaatkan momen. Berkolaborasi dan membangun sentra ekonomi di skala lokal. Membangun kekuatan ekonomi daerah, agar bisa maju bersama," kata Prof. Didin dalam keterangannya, Kamis, 30 Juli 2026.

Ketua Dewan Pakar Asprindo, Prof. Didin Damanhuri
Photo :
  • [Istimewa]

Dia juga menegaskan, masyarakat khususnya kalangan pengusaha jangan alergi dengan kata pribumi.

Apalagi saat ini, menurutnya Presiden Prabowo juga tengah mengusung ekonomi kerakyatan, yang salah satu fokusnya adalam membantu para pengusaha kecil dan lokal untuk berkembang.

"Ada sejarahnya terkait kata pribumi. Mungkin waktu itu, ada perbedaan pandangan antara Presiden Soeharto dengan Benny Moerdani, yang saat itu adalah Panglima ABRI, yang tidak terlalu suka dengan istilah itu. Ada semacam regulasi, untuk tidak lagi dibolehkan memakai istilah pribumi," kata Prof. Didin.

"Pelarangan istilah ini secara resmi pada tahun 1998, ditujukan untuk penyelenggaraan layanan pemerintah," ujarnya.

Dia menyatakan, para pengusaha saat ini, harus bisa mendobrak dogma pribumi, seperti yang kerap digaungkan oleh para penjajah Belanda. Menurutnya, para pengusaha pribumi harus berupaya menjadikan usaha mereka bisa setingkat dengan usaha para pengusaha asing maupun aseng.

Apalagi, lanjut Prof. Didin, Presiden Prabowo Subianto dalam kebijakannya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan.

"Seperti Asprindo, yang mengusung kata pribumi, sekarang sudah memiliki jaringan di hampir seluruh Indonesia. Sudah beberapa tahun ini bergerak, cabang-cabangnya ada di hampir semua provinsi. Bahkan, kemarin ada acara di Sulawesi Selatan, meresmikan pengurus baru. Saya ikut juga di sana," ujarnya.

Prof. Didin menegaskan, kebijakan Presiden Prabowo memang tidak menegaskan kata pribumi itu sendiri, tapi muncul kerangka people center development. Kebijakannya pun membawa substansi ekonomi kerakyatan.

"Kerangka ekonomi rakyat itu diterjemahkan dalam Asta Cita. Salah satunya MBG. Modelnya, perbaikan gizi masyarakat bawah. Kemudian ada koperasi desa, yang ambisinya 82.000 desa sekaligus, tapi akhirnya sekarang prioritasnya 40.000 desa dulu," kata Prof. Didin

Baca Juga :
Pesan Prabowo Buat Bos KAI: Kita Harus Investasi Lebih Banyak di Bidang Kereta Api
Prabowo Targetkan Masalah Sampah di Indonesia Tuntas dalam Setahun
PNM Bekali Keterampilan Bernilai Ekonomi untuk Penyandang Disabilitas

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
LSAK Sarankan Jaksa Agung Tetap Tegas dan Jaga Profesionalisme Penegakan Hukum
• 21 jam lalurctiplus.com
thumb
Dorong SMK Go Global, Menko Muhaimin dan Menteri Kehakiman Jepang Perkuat Jalur Kerja Aman
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Wamenaker Sebut Job Fair Tak Sekadar Bursa Kerja, Jadi Sarana Kenali Kebutuhan Industri
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Indeks Bursa Korsel Kospi Anjlok 34% Sebulan, IHSG Potensi Tadah Inflow Asing?
• 5 jam lalukatadata.co.id
thumb
KPK Bongkar Kasus Suap Kuansing, Sita Mobil Pajero Sport Dakar Milik Istri Bupati Nonaktif
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.