Nanda Mei Sholihah di kelas T47 menyumbang 3 medali emas (2 dari nomor individu dan 1 dari nomor relay). Nanda juga sukses memecahkan rekor Asia di nomor lari 100 meter T47.
I Kadek Dwi Purwana Yasa di kelas F57 mencatatkan prestasi spektakuler dengan memecahkan rekor dunia di nomor lempar cakram. Karisma Evi Tiarani dan Taufik Abdul Karim Masing-masing sukses menyabet 2 medali emas dari nomor individu.
Sementara deretan medali emas lainnya disumbangkan oleh Ni Made Arianti Putri, Saptoyogo Purnomo, Jaenal Aripin, Alfin Nomleni, Partin, Fauzi Purwolaksono, I Kadek Dwi Purwana Yasa dan Suparni Yati. Satu medali perak yang diraih Indonesia disumbangkan oleh Jaenal Aripin. Baca juga: PBPI Matangkan Persiapan Atlet Padel Indonesia Jelang Asian Games 2026 Lewat TC di Spanyol Buah Manis Pelatnas Jangka Panjang Pelatih para atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan para anak asuhnya. Menurutnya, pencapaian ini adalah bukti keberhasilan Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang.
"Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47," ungkap Setyo Budi. Modal Berharga Menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade 2028 Keikutsertaan di Meksiko ini memiliki arti strategis bagi masa depan tim Indonesia. Selain mengumpulkan poin penting untuk kualifikasi Paralimpiade Los Angeles 2028, ajang ini menjadi ajang pemanasan ideal sebelum berlaga di Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang.
"Timing-nya tepat sekali. Kita masih memiliki waktu tiga bulan menuju Asian Para Games. Kita akan kembangkan lagi agar performa para atlet mencapai puncaknya di Nagoya nanti," pungkas Setyo Budi optimis.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASM)





