Karina Ranau Tolak Tegas Upaya Perdamaian dari Terlapor Kasus Penganiayaannya

cumicumi.com
1 jam lalu
Cover Berita
































Laporan Karina Ranau di Polsek Pancoran terkait kasus dugaan penganiayaan atau kekerasan fisik yang dialaminya telah mengalami perkembangan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Terkait hal tersebut, istri mendiang Epy Kusnandar itu menegaskan untuk menolak upanya penyelesaian masalah ini secara damai.

Hal tersebut disampaikan kuasa hukum Karina Ranau, Hendro Widodo, usai menghadiri gelar perkara di Polsek Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (29/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, Hendro sempat mengungkapkan bahwa pihak terlapor sempat mengajukan surat permohonan mediasi ke pihak penyidik.

"Jadi, memang tadi kami diinformasikan oleh tim penyidik bahwa ada surat mediasi yang dikirimkan oleh terlapor. Namun kami perlu ingatkan kembali di dalam proses pidana tidak ada mediasi, yang ada yang dikenal adalah Restorative Justice," kata Hendro Widodo, dikutip dari Youtube Cumicumi.

Diungkapkan oleh Hendro, permohonan tersebut saat ini masih akan ditahan dulu oleh pihaknya. Bukan tanpa alasan, salah satu pertimbangannya adalah kondisi psikologis Karina yang masih trauma setelah peristiwa dugaan penganiayaan itu.

"Jadi terkait surat mediasi tersebut ya masih kami kesampingkan, itu yang pertama. Yang kedua, klien kami masih sangat trauma ketemu dengan terlapor. Masih sangat trauma dan takut," ujarnya.

Di sisi lain, Hendro membeberkan bahwa hingga kini belum ada itikad baik dari pihak terlapor. Bahkan hingga perkara ini naik ke tahap penyidikan, Karina Ranau juga mengaku belum menerima permintaan maaf secara langsung dari pihak terlapor.

"Bagaimana cara kita mau membesarkan hati kalau memang belum ada permintaan maaf itu? Gitu, jadi biarlah proses hukum yang berjalan, kita tunggu," ucap Hendro.

Sementara itu, Karina mengaku masih trauma dengan peristiwa yang dialaminya di depan warung makannya tersebut. Dia juga menolak jika harus dipertemukan dengan orang yang diduga melakukan penganiayaan terhadap dirinya.

"Untuk saat ini saya belum siap. Karena memang kasus ini terjadi pada bulan Juni ya. Di sela kesibukan saya sehari-hari saya melupakan, oh saya di warung mengurus anak saya, sedikit teralihkan dengan kesibukan saya," tutur Karina Ranau. (ND)



Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei SMRC: Gerindra Masih Teratas, tapi Elektabilitas Turun
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Ibu Tewas Terlindas Akibat Menyalip Truk di Sampang
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Lepas Purna Tugas Sekda, Rico Waas: Wiriya Alrahman Tak Hanya Mengabdi, Tetapi Juga Melahirkan Banyak Pemimpin
• 22 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Banjir Pemain Naturalisasi dan Diaspora di Piala AFF 2026, Pengamat: Bikin Atmosfer Persaingan Makin Seru
• 25 menit lalubola.com
thumb
Skenario Semifinal Piala Presiden 2026: Persib Hadapi Persija, Persebaya Bentrok dengan Arema?
• 4 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.