399 Serdik P3MD Serap Nilai Kepahlawanan di Margarana Bali sebagai Bekal Pimpin BUMN

tvonenews.com
22 jam lalu
Cover Berita

Denpasar, tvOnenews.com - Sebanyak 399 peserta didik (serdik) Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) mengikuti kegiatan Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembentukan karakter calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui pembelajaran sejarah dan penguatan nilai-nilai kepemimpinan.

Bagi para serdik, kunjungan ke Taman Pujaan Bangsa Margarana tidak hanya menjadi agenda mengenang sejarah perjuangan bangsa. Lokasi tersebut dimanfaatkan sebagai ruang refleksi untuk memahami nilai keberanian, pengorbanan, persatuan, tanggung jawab, serta integritas yang menjadi fondasi kepemimpinan.

Taman Pujaan Bangsa Margarana merupakan lokasi bersejarah tempat I Gusti Ngurah Rai bersama Pasukan Ciung Wanara melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda pada 20 November 1946. Peristiwa yang dikenal sebagai Puputan Margarana itu menjadi salah satu tonggak perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Semangat “puputan”, yang berarti berjuang hingga titik penghabisan, dinilai tetap relevan dalam konteks kepemimpinan saat ini. Nilai tersebut dimaknai sebagai keteguhan menjaga integritas, tidak menyerah menghadapi tantangan, serta berani mengambil tanggung jawab ketika organisasi dan bangsa menghadapi situasi sulit.

Melalui kegiatan Widya Bhakti, para serdik juga diajak memahami bahwa kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual dan kemampuan manajerial. Seorang pemimpin juga dituntut memiliki hati nurani, keberanian moral, empati terhadap masyarakat, serta komitmen menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.

“Widya Bhakti di Taman Pujaan Bangsa Margarana kami tempatkan sebagai ruang untuk menguji kompas moral calon pemimpin BUMN. Di sini, serdik belajar bahwa jabatan bukan tempat mencari kenyamanan dan kehormatan pribadi, melainkan amanah untuk berdiri paling depan ketika organisasi, masyarakat, dan negara membutuhkan keputusan yang berani,” ujar Komandan Batch I P3MD Angkatan Soedirman.

Dalam pembelajaran tersebut, sosok I Gusti Ngurah Rai juga diperkenalkan sebagai teladan yang memadukan konsep best mind dan best heart. Keteguhan membela bangsa dibarengi kemampuan berpikir strategis menjadi contoh bahwa pemimpin memerlukan kecerdasan sekaligus integritas.

Best mind dimaknai sebagai kemampuan menganalisis persoalan, membaca perubahan, mengelola risiko, menetapkan prioritas, dan menghasilkan keputusan yang efektif. Sementara best heart mencerminkan integritas, empati, keberanian moral, kerendahan hati, serta orientasi pada kepentingan bangsa dan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Helikopter Terbang Rendah, Sejumlah Kios di Bandung Barat Rusak Diterjang Angin Baling-Baling
• 9 jam lalurctiplus.com
thumb
Tanggapi Hasil Survei 51,1 Persen, Mensesneg: Pemerintah Bekerja Bukan untuk Kejar Survei
• 9 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Viral Driver Ojol Gagalkan Curanmor di Medan, 2 Pelaku Kabur dari Kejaran Polisi
• 23 jam lalurctiplus.com
thumb
Penerimaan Pajak Kalsel Tembus Rp6,2 Miliar per Juni 2026, Tumbuh 36 Persen
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kim Soo Hyun Dipastikan Tak Diproses Hukum dalam Kasus Dugaan Hubungan dengan Kim Sae Ron
• 18 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.