Staf KPK yang Jadi Tersangka Pemerasan Diduga Kerap Terima Aliran Uang dari Ayahnya

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi. Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan. Staf administrasi KPK berinisial DIS dan ayahnya, LBS, menjadi tersangka dugaan pemerasan. (Sumber: KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Staf administrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial DIS yang kini menjadi tersangka kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diduga sering menerima aliran uang dari ayahnya yang berinisial LBS. Keduanya kini berstatus tersangka.

"Untuk yang DIS, diketahui bahwa yang bersangkutan memang sering menerima aliran-aliran uang dari bapaknya," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Namun, berdasarkan pemeriksaan dan barang bukti elektronik (BBE), aliran uang dari LBS kepada DIS terjadi sebelum kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiyantoro terungkap.

"Tetapi kita menemukan fakta, baik di keterangannya LBS dan BBE dari pihak DIS dan LBS, karena kita amankan BBE-nya itu ada aliran-aliran uang terkait dengan waktu-waktu sebelum saat ini," jelasnya.

Baca Juga: Staf Administrasi KPK Jadi Tersangka Kasus Pemerasan Bupati Pemalang, Ini Perannya

Sebab itu, pihaknya akan mendalami apakah aliran dana tersebut berkaitan dengan tindak pidana lain atau tidak.

"Apakah itu ada pengurusan-pengurusan perkara lain, itu akan jadi proses pengembangan di penyidikan yang berjalan ya," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Taufik turut mengungkap peran DIS dan ayahnya, LBS, dalam dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang.

Menurut penjelasannya, LBS memanfaatkan posisi anaknya sebagai staf administrasi di KPK untuk memperoleh informasi perihal penanganan perkara di lembaga antirasuah.

"Apa peran DIS di sana? Yang bersangkutan karena memang sedikit banyak mengetahui proses administrasi di KPK itu, kemudian diteruskan kepada saudara LBS, selaku orang tuanya atau bapaknya," ujar Taufik.

Penulis : Isnaya Helmi Editor : Edy-A.-Putra

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • kpk
  • staf adminstasi kpk
  • bupati pemalang
  • pegawai KPK
  • pemerasan bupati pemalang
  • Anom Widiyantoro
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Surabaya Perkuat Kebijakan Wujudkan Kota Layak Anak dan Ramah Keluarga
• 6 jam laludetik.com
thumb
Habiburokhman Temui Warga di BKT, Ajak Dukung Kelanjutan Program MBG
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Kementerian PU: Debit air Bendungan Karian penuhi kebutuhan publik
• 15 jam laluantaranews.com
thumb
Komisi II Usul Aturan Gaji Kepala Daerah Direvisi demi Tekan Korupsi
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Korban Jiwa Gempa M 7,1 di Jepang Bertambah Jadi 34 Orang
• 8 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.